mhnews.id.- Ribuan penari memerahkan Jalan Ahmad Yani, Indramayu saat digelar pementasan kolosal Tari Topeng Kelana, kesenian khas Kota Mangga yang telah melegenda dan terkenal secara nasional bahkan internasional.
Lebih dari 6001 penari memenuhi jalan protokol tersebut termasuk di dalamnya Bupati Indramayu, Nina Agustina yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pementasan Tari Topeng Kelana yang digelar, Sabtu (15/10). Wajah Jalan Ahmad Yani pun berubah menjadi merah membara.
Selain menjadi merah membara, Jalan Ahmad Yani pun penuh sesak, oleh penari juga masyarakat yang menikmati tontonan yang sangat menghibur ini. Para penonton yang datang tidak hanya warga Kota Indramayu, juga dari kecamatan sekitar bahkan Cirebon, Subang, dan Majalengka.
Pementasan kolosal Tari Topeng Kelana ini digelar sebagai rangkaian peringatan hari jadi ke-495 Indramayu. Tidak hanya itu digelarnya Tari Topeng Kelana ini juga untuk memecahkan rekor MURI. Awalnya penari ditargetkan sebanyak 6.001, tetapi setelah dihitung mencapai 7.891 orang.
Pementasan kolosan Topeng Kelana Indramayu diikuti para pelajar mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK, para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan pegawai BUMD. Tingginya apresiasi masyarakat turut menjadi faktor terlampauinya jumlah penari tersebut.
Direktur Pelaksana MURI, Yusuf Ngadri mengatakan Tari Topeng Kelana adalah kesenian khas Indramayu yang sudah terkenal sejak abad ke-10. Mimi Rasinah adalah Sang Maestronya. Digelarnya Topeng Kelana secara massal ini diharapkan akan membangkitkan kembali kesenian ini.
Berkenaan dengan rekor MURI, saat ini yang banyak dicatat adalah kegiatan yang bersifat kuantitatif dan superlatif (paling). “Kali ini Tari Topeng Kelana diikuti 7.891 penari padahal sebelumnya ditargetkan 6.001. Pesertanya sungguh luar biasa,” kata Yusuf.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




