MHNEWS.ID.- Pengungkapan makna simbol atau petroglif pada batu sangat penting untuk membuka tabir misteri Situs Gunung Padang, Cianjur.

“Sehingga tidak lagi memunculkan polemik dan kontroversi terkait sejarah peradaban cagar budaya tersebut,” kata Ketua Tim Kajian dan Pemugaran Situs Gunung Padang, Ali Akbar.

Diketahui, Tim Kajian dan Pemugaran Situs Gunung Padang menemukan petroglif pada sejumlah batu yang tersebar di semua teras.

Petroglif adalah gambar atau simbol yang digores, diukir, dan dipahat di atas permukaan batu yang biasa dilakukan masyarakat prasejarah.

“Tahap berikutnya, tahun depan difokuskan pada penguatan lereng-lereng situs agar tidak longsor,” papar Ali Akbar sebagaimana dikutip Kompas.com, Minggu (21/12/2025).

“Setelah itu, kajian akan dilanjutkan dengan fokus penelitian di bawah permukaan tanah melalui pengeboran dan ekskavasi,” ungkapnya.

Menurut Ali, aktivitas arkeologis ini dirancang bertahap mengingat area situs yang sangat luas, mencakup 30 hektar dengan diameter bangunan 100 meter.

Situs Gunung Padang merupakan cagar budaya peringkat nasional yang memiliki nilai sejarah dan arkeologi tinggi.

Pemugaran situs yang berlokasi di Kampung Cipadang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur ini, harus dilakukan secara hati-hati dan berkelanjutan.

“Harapannya, terjadi transfer ilmu pengetahuan, sehingga kelestarian Situs Gunung Padang dapat terus terjaga dan berlangsung lama,” ujar Ali.

Penulis: Wawan Idris