mhnews.id.- Seandainya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak mencalonkan Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden tahun 2024 mendatang, maka mayoritas pendukungnya (pemilihnya) akan beralih kepada Ridwan Kamil.
Fakta ini terungkap setelah Litbang Kompas melakukan jajak pendapat dan survey terhadap 1.200 responden di 34 provinsi yang selama ini diketahui sebagai pendukung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Tingginya kecenderungan dan tingkat keterpilihan atau elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) dari pemilih Ganjar Pranowo, semakin membuka peluang baginya bisa dipertimbangkan partai-partai koalisi untuk ditetapkan sebagai Capres.
Melansir Kompas.com, pendukung Ganjar Pranowo akan mengalihkan dukungan mereka ke sejumlah tokoh seandainya Gubernur Jawa Tengah itu urung maju ke panggung Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
Menurut hasil jajak pendapat Litbang Kompas yang dirilis Rabu (26/10/2022), sebagian besar atau 16,6 persen pemilih Ganjar akan mengubah pilihan ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Lalu, sebagian lainnya yakni 15,5 persen pendukung Ganjar akan mengalihkan dukungan ke Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sedangkan 12 persen akan beralih mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Sedangkan 5,3 persen pendukung Ganjar akan mengubah pilihannya ke Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan yang mengalihkan dukungannya kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono hanya 3,5 persen.
Adapun dalam survei yang sama, Ganjar menempati urutan pertama sebagai tokoh yang paling banyak dipilih sebagai calon presiden (capres). Elektabilitasnya mencapai 23,2 persen. Angka ini meningkat dari survei periode Juni 2022 yang mencatatkan elektabilitas Ganjar sebesar 22 persen.
Politisi PDI Perjuangan itu berhasil mengungguli dua nama yang digadang-gadang menjadi pesaingnya, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Elektabilitas Prabowo sebesar 17,6 persen. Angka ini merosot tajam dari survei periode sebelumnya pada angka 25,3 persen.
Sementara, elektabitas Anies dalam survei terbaru ini berada di urutan ketiga yakni 16,5 persen. Angka ini meningkat dari periode sebelumnya di mana Anies mencatatkan elektabilitas 12,6 persen.
Untuk diketahui, jajak pendapat Litbang Kompas ini digelar pada 24 September-7 Oktober 2022. Dengan metode wawancara langsung, survei melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi.
Para responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Metode tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,8 persen.
Penulis: Wawan Idris




