mhnews.id.- Produksi padi dari Kabupaten Indramayu pada musim tanam rendeng 2022-2023 dikhawatirkan akan mengalami penurunan signifikan sehingga akan mempengaruhi terhadap pengadaan pangan secara nasional.
Kekhawatiran terjadinya penurunan produksi padi ini dipicu terjadinya keterlambatan tanam musim rendeng 2022-2023. Biasanya untuk musim tanam rendang, pada awal November sudah selesai tanam. Namun untuk kali ini sampai sekarang pengoahan lahan pun belum dilakukan para petani.
Keterlambatan tanam padi rendeng ini khususnya dialami para petani di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi dan petani di Kecamatan Cikedung, Indramayu. Desa Plosokerep ada sekitar 600 hektar belum lagi disejumlah desa lainnya di Kecamatan Terisi dan Cikedung.
Selama ini Kabupaten Indramayu menjadi andalan pengadaan pangan nasional, bahkan disebut sebagai Lumbung Padi Nasional. Namun dengan adanya keterlambatan tanam yang luasnya mencapai ratusan hektar kali ini dikhawatirkan produksi padi nasional akan terganggu.
Ketua Kelompok Tani Bina Tani Desa Plosokerep, Rusdani mengungkapkan, keterlambatan tanam ini disebabkan kurangnya pasokan air. Diakui, saat ini hujan memang sudah turun, akan tetapi debitnya masih jauh dari mencukupi kebutuhan. Dan biasanya, kekurangan debit air itu dipasok dari irigasi.
“Hujan memang sudah turun. Tapi pasokan air masih kurang. Biasanya dibantu dengan air irigasi. Masalahnya sekarang, irigasinya sedang diperbaiki tetapi tidak kunjung selesai sehingga saluran itu tidak bisa mengalirkan air,” katanya Rusdani kepada mhnews.id, Jum,at (4/11).
Rusdani mengakui, sejumlah petani di desanya memang ada yang akhirnya mulai melakukan olah tanah kering. Hal itu dilakukan sambil menunggu datangnya air. Upaya ini sebagai ikhtiar terakhir agar tidak terjadi keterlambatan yang lebih parah sehingga mengganggu proses tanam selanjutnya.
Menanggapi keluhan petani, Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang saat dikonfirmasi membenarkan hambatan pelaksanaan musim tanam rendeng yang kini dialami para petani di wilayah Kecamatan Terisi dan Cikedung tersebut.
Plt. Kepala Dinas Pertanian, Ir. Ahmad Budiharto saat dikonfirmasi mhnews.id, Senin (7/11) tidak berada di kantornya. Saat dihubungi melalui saluran teleponnya, Ir. Budiharto menjelaskan sedang di DPRD. Sedangkan Kepala Bidang yang menanganinya juga tidak ada di tempat.
Mengenai proyek perbaikan saluran irigasi, selaian pengerjaannya molor, juga diduga kualitasnya tidak sesuai spesifikasi (spek). Hal ini terlihat dari kondisi senderan yang longsor padahal masih dalam tahapan pelaksanaan pengerjaan.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




