ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu .

Jangan pernah lelah dan putus asa ketika doa belum dikabulkan Alloh Tabarokta’ala. Alloh Tabarokta’ala, sebagaimana surat Al Baqarah di atas telah menjanjikan akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya.

Berdoa, meminta segala apa pun dapat dilakukan kapan saja. Namun Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam memberikan tuntunan cara berdoa termasuk waktu-waktu terbaiknya.

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda, “Di hari Jum’at ada satu waktu, tidaklah seorang muslim berdiri melakukan sholat lalu ia memohon kebaikan kepada Allah di waktu tersebut kecuali Allah akan mengabulkannya.” .

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata, “Maka sepatutnya untuk memperbanyak doa di hari Jum’at dengan harapan bertepatan dengan waktu yang penuh berkah ini.”

“Akan tetapi sepatutnya juga untuk lebih memperhatikan tiga waktu ini, karena Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam telah bersabda bahwa itu adalah waktu dikabulkannya doa. Semoga Allah memberikan taufiq.” .

Pertama, ketika khatib duduk di atas mimbar sampai selesai sholat Jum’at

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda, “Waktunya adalah di antara imam duduk diantara dua khutbah sampai sholat dilaksanakan.” .

Akan tetapi tidak boleh dibaca saat khatib sedang berkhutbah, karena yang diwajibkan saat itu adalah diam dan mendengarkan khutbah.

Hendaklah dibaca saat khatib tidak sedang berkhutbah, seperti ketika khatib sedang duduk di mimbar, atau dibaca dalam sujud atau sebelum salam setelah tasyahud akhir dan shalawat Ibrahimiyah.

Janganlah mengeraskan suara ketika berdoa karena termasuk adab berdoa pada asalnya adalah dengan suara pelan, dan agar tidak mengganggu orang lain.

Tidak ada dzikir dan doa dengan lafaz khusus di waktu ini, maka boleh berdoa apa saja untuk kebaikan dunia dan akhirat, namun lafaz doa yang terbaik tentunya yang berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Tidak pula dilakukan secara berjama’ah dengan komando mu’adzin, ini termasuk menambah-nambah dalam agama.

Kedua, ba’da Ashar sampai Maghrib

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di hari Jum’at ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wa jalla di waktu tersebut kecuali Allah akan mengabulkannya.

Waktunya adalah ba’da Ashar.” .

Ketiga akhir hari Jum’at, yaitu menjelang Maghrib

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Hari Jum’at itu dua belas saat, tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah (pada salah satu saat) kecuali Allah akan mengabulkan permohonannya.

Maka carilah (waktu pengabulan itu) di akhir saat setelah Ashar.” .

Sebagian ulama menguatkan pendapat bahwa waktunya hanyalah salah satu dari tiga waktu ini, akan tetapi dalil-dalil menunjukkan bahwa bisa saja bermakna semua waktu tersebut, karena hadits-haditsnya shahih dan maknanya tidak bertentangan.

Pendapat ini yang dikuatkan oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah. (Lihat Fatawa Ibni Baz, 12/401-402).

Penulis: Wawan Idris