ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Dari Jabir R.A., dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh perbuatan baik merupakan sedekah.” (H.R. Bukhari No. 6021).
Hadis ini menjelaskan bahwasanya sedekah di mata syariat bukan hanya terbatas pada harta, tetapi seluruh perbuatan baik (segala bentuk kebajikan) juga merupakan sedekah.
Kebaikan apapun juga, entah kebaikan yang berkaitan dengan diri sendiri maupun kebaikan yang berkaitan dengan orang lain. Asal ia merupakan kebaikan maka ia pun merupakan sedekah.
Telah datang pula dalam hadis-hadis yang lain dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwasanya seluruh kebaikan secara rinci juga merupakan sedekah.
“Setiap tasbih merupakan sedekah. Setiap tahmid (mengucapan alhamdulillāh) juga merupakan sedekah. Setiap tahlil (mengucapkan lā ilāha illa Allah) merupakan sedekah.
Setiap takbir (mengucapkan Allahu akbar) juga bersedekah. Menyeru orang lain untuk melakukan kebaikan juga sedekah. Dan mencegah orang lain (nahi mungkar) dari perbuatan kemungkaran juga termasuk.” (H.R. Muslim No. 720).
Tashbih, tahmid, tahlil dan takbir adalah perbuatan yang kaitannya antara seorang hamba dengan Allah. Mengagungkan Allah termasuk sedekah. Maka yang dimaksud di sini adalah bersedekah kepada dirinya sendiri.
Adapun yang berkaitan dengan orang lain, seperti amar makruf adalah sedekah untuk orang lain. Menyuruh orang lain untuk melakukan kebaikan berarti dia sedang bersedekah kepadanya.
Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan perkara yang dianggap oleh para sahabat sebagai perkara duniawi semata ternyata juga mengandung pahala sedekah.
“Demikian juga jika ada dua orang datang kemudian menjadikan engkau sebagai hakim (pengambil keputusan) jika engkau berbuat adil kepada keduanya maka berarti engkau telah bersedekah.”
“Demikian juga jika engkau membantu seseorang menaiki hewan tunggangannya atau engkau mengangkatkan barangnya di atas tunggangannya ini juga merupakan sedekah.” (H.R. Bukhari No. 2.989 dan Muslim No. 1.009)
“Dan berkata-kata yang baik merupakan sedekah.” (H.R. Bukhari no. 2.707 dan Muslim No. 2.332).
Seseorang menahan dirinya dari perkataan buruk dan berusaha berbicara dengan perkataan yang baik dikatakan telah bersedekah. Jika sedang berbicara dengan saudaranya, orang tuanya, istrinya, atau yang lainnya, ia berusaha memilih kata-kata yang baik, sesungguhnya dia sedang bersedekah.
Semua hadis-hadis di atas menunjukkan bahwasanya seluruh bentuk kebaikan merupakan sedekah dan tidak terbatas dengan harta saja. Hal ini juga menunjukkan bahwa sedekah tidak hanya bisa dilakukan oleh orang-orang kaya saja. Orang-orang miskin pun bisa bersedekah.
Penulis : Wawan Idris
Sumber : https://berkahislam.firanda.com




