mhnews.id.- Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Indramayu mengadakan kegiatan Madrasah Kader (MK) Angkatan ke III ISNU yang bertempat Kampus Putih Yabujah, Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu (25/11).
Madrasah kader merupakan pendidikan wajib yang harus dilalui oleh calon anggota sebelum bergabung ke dalam organisasi ISNU dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemikiran kader, sehingga memiliki kualitas yang lebih baik saat menjabat kepengurusan.
Ada pun madrasah kader ini materi serta kurikulumnya telah disusun oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diharapkan dapat memberikan sumbangsih untuk Indonesia, khususnya Indramayu ke depan sesuai dengan kapasitasnya.
Hadir dalam kegiatan Bupati Indramayu Nina Agustina yang diwakili oleh Staff Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik pada Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu Sugeng Heryanto, Ketua Pimpinan Pusat (PP) ISNU H. Ali Masykur Musa, Wakil Ketua PP ISNU H. Fadli Yasir, Ketua PC ISNU Kabupaten Indramayu, Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Indramayu K.H. Ahmad Baidhowi Bilal.
Turut hadir pula Forkopimcam Kecamatan Juntinyuat serta cendekiawan dari beberapa kampus yang ada di Kabupaten Indramayu seperti Rektor Universitas Wiralodra H. Ujang Suratno, Direktur AMIK Purnama Niaga Hadi Santosa, serta Ketua STKIP Al Amin Masduki Duryat.
Ketua PP ISNU, H. Ali Masykur Musa mengatakan, ideologi dan politik Nahdlatul Ulama saat ini bertujuan membangun paralelisme, similarisme, satu nafas antara seiringnya Pancasila dengan ashlussunnah wal jamaah dengan prinsip etika politik yakni Tawasuth, Tawazun, Tasamuh, dan I’tidal.
“Pancasila membutuhkan pandangan ashlussunnah wal jamaah yang di dalamnya memiliki 3 prinsip etika sosial politik untuk menciptakan Islam Indonesia yang ramah dan bersahaja,” katanya.
Dengan demikian, dikatakan Ali Masykur Musa, resonansi yang saat ini harus dibangun adalah seiringnya antara Pancasila dengan aqidah ashlussunnah wal jamaah. Di dalam politik juga harus dikembangkan nilai kebangsaan NU sebagai inspiring politik moral dan etis.
Juga, tegas Ali Maskur jangan lupakan soal kemampuan untuk melayani publik (melayani umat), serta harus aktif mensyiarkan Islam dalam kanal media informasi yang tersedia di era saat ini.
“Saya berharap dari madrasah kader ini dapat lahir insan-insan NU yang berkualitas, memiliki pemikiran yang kritis serta memiliki jiwa pengabdian yang tinggi terhadap negara Indonesia,” harapnya.
Sementara itu, Staff Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Sugeng Heryanto menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengapreasi digelarnya madrasah kader ini.
Ia mengharapkan melalui pendidikan pengurus ISNU yang akan menjabat dapat membawa ISNU menjadi lebih baik lagi serta dapat berkolaborasi dengan pemerintah dalam berbagai hal untuk mewujudkan Indramayu yang Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur dan Hebat (BERMARTABAT).
“Saya mengapreasiasi adanya kegiatan ini, semoga ISNU dan pemerintah dapat berkolaborasi untuk mewujudkan Indramayu Bermartabat,” pungkasnya.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




