MHNEWS.ID.- Bupati Lucky Hakim mengatakan Kabupaten Indramayu menjadi lumbung pangan Jawa Barat dengan luasan lahan pertanian pangan berkelanjutan mencapai 86.486 hektare.

Pemerintah Daerah Indramayu mengapresiasi pembangunan infrastruktur dan pendampingan yang dilakukan SKK Migas dan Pertamina EP untuk mendukung peningkatan hasil produksi pertanian pangan di Indramayu.

Bupati Lucky Hakim berharap upaya ini dapat mendorong pencapaian swasembada pangan di Provinsi Jawa Barat dan berkontribusi di tingkat nasional.

“Saya berharap, pelaksanaan kegiatan ini menjadi sebuah sinergitas dan kolaborasi semua pemangku kepentingan dalam membangun Kabupaten Indramayu yang lebih maju,” kata Lucky.

Diketahui, SKK Migas, Pertamina EP, Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan Kementerian Pertanian RI meresmikan perbaikan jaringan irigasi dan jalan usaha tani, Kamis (11/9/2025).

Infrastruktur sepanjang 718 meter itu berada di kawasan pengganti Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Desa Jatisura, Kabupaten Indramayu.

Proyek perbaikan ini merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban alih fungsi lahan LP2B untuk kepentingan umum, dalam hal ini pengembangan di sektor energi migas.

Diketahui, pengalihan sebagian lahan LP2B dilakukan atas dasar kepentingan umum sebagaimana diatur dalam UU No. 41 Tahun 2009.

Namun, pengalihan ini wajib diimbangi dengan penyediaan lahan pengganti yang setara secara fungsi dan produktivitas.

Berdasarkan kajian teknis yang difasilitasi oleh Universitas Padjajaran, Desa Jatisura dipilih sebagai lokasi lahan pengganti, dengan kondisi lahan yang masih perlu ditingkatkan infrastrukturnya.

Kondisi jaringan irigasi di Desa Jatisura sebelumnya hanya berupa saluran sederhana. Jalan usaha tani pun masih berupa jalan tanah yang rentan genangan.

Dengan dilakukan sejumlah perbaikan, diharapkan produktivitas dan indeks pertanaman dapat meningkat secara signifikan.

Program dukungan ketahanan pangan yang dilakukan Pertamina EP di Desa Jatisura meliputi perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana penunjang pertanian, serta peningkatan kapasitas petani desa.

Peningkatan jaringan irigasi tersier dan pengeboran sumur-sumur air dilakukan untuk mendukung pengairan 114,85 hektare lahan sawah.

Selain itu juga dibangun jalan usaha tani berbahan beton sepanjang 718 meter untuk mendukung mobilisasi hasil panen, yang akan sangat bermanfaat terutama saat musim hujan tiba. Peningkatan kapasitas petani juga menjadi perhatian.

Penulis  : Roro Wilis-Aa Dani
Editor    : Wawan Idris