PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Indramayu 2024 sudah semakin dekat. Sesuai jadwal dari KPU Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati akan digelar pada 27 November 2024 mendatang.

Merujuk pada PKPU Nomor 2 Tahun 2024 ini dan jika tidak ada perubahan jadwal (tetap digelar pada 27 November 2024) maka dihitung mulai saat ini waktu pelaksanaan Pilkada tinggal enam bulan lagi.

Bagi penyelenggara Pilkada, yaitu KPU waktu enam bulan tersisa sangatlah cukup, terlebih jadwal sudah disusun sangat baik. Dengan demikian secara teknis dan administrasi penyelenggaraan Pilkada yang akuntabel, jujur, dan bersih sudah sangat siap.

Namun berbeda bagi para calon kepala daerah, baik bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota, gubernur, dan wakil gubernur. Waktu enam bulan bisa jadi cukup leluasa atau sebaliknya sudah sangat menyempit.

Bagi para calon yang belum memiliki elektabilitas dan popularitas tinggi, waktu enam bulan sangat sempit. Bagaimana pun mengenalkan diri (secara non formal di luar jadwal KPU) kepada publik tidaklah mudah. Mereka tentu saja memerlukan waktu yang panjang.

Kabupaten Indramayu termasuk yang akan menggelar Pilkada serentak. Sejauh ini calon-calon sudah mulai bermunculan dan mengenal diri ke publik dalam bentuk baligo, spanduk, dan media sosial meskipun jumlahnya tidak banyak.

Dari pengamatan penulis ada beberapa tokoh potensial yang akan menjadi kandidat kuat. Sebut saja Daniel Mutaqien (Golkar), Syaefudin (Golkar), Suwarto (PKB), Lukman Hakim (NasDem), Kasan Basari (Gerindra), dan Nina Agustina (PDIP).

Dari beberapa nama itu Daniel Mutaqien dinilai akan menjadi lawan kuat Nina Agustina. Selebihnya, mereka akan sulit mengalahkan Nina Agustina yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Indramayu sehingga posisinya menjadi incumbent.

Namun karena KPU mengeluarkan aturan, anggota DPR atau DPRD terpilih harus mengundurkan diri ketika akan mencalonkan di Pilkada, maka kemungkinan Daniel Mutaqien lebih memilih menjadi anggota DPR-RI.

Pengalaman Daniel Mutaqien sebelumnya yang kalah melawan Nina Agustina sekaligus harus kehilangan jabatan sebagai anggota DPR-RI pasti menjadi pertimbangan utamanya. Daniel dipastikan memilih menjadi anggota DPR-RI daripada ikut Pilkada.

Ketika Daniel tidak mencalonkan di Pilkada, maka Nina Agustina akan melanggang tanpa lawan seimbang. Sebagai incumbent, Nina memiliki semua sumber daya untuk memenangkan Pilkada sehinga kembali menjadi Bupati Indramayu periode kedua.

Terlepas posisi sebagai incumbent, kepemimpinan Nina Agustina saat ini juga dinilai berbagai kalangan cukup berhasil. Ini dibuktikan dengan berbagai prestasi yang berhasil diraih baik di tingkat regional maupun nasional.

Lebih dari itu, Nina Agustina juga kini semakin dekat dengan masyarakat. Ini berkat program pembangunan yang merakyat dan secara langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Penulis: Wawan Idris