MHNEWS.id.- Dinamika politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 atau pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Indramayu sampai saat ini masih begitu cair bahkan cenderung ‘sunyi’.

Kecuali Nia Agustina dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sudah pasti melenggang sebagai calon bupati, partai politik dan calon-calon lainnya masih tampak wait and see.

Sebut saja PKS, yang menurut Ketuanya, Ruswa sejauh ini belum memutuskan akan mengusung siapa dan berkoalisi dengan partai mana. Meskipun begitu PKS diakuinya terus menjalin komunikasi dengan berbagai partai politik (parpol).

Nina Agustina saat ini masih menjajabat sebagai Bupati Indramayu Foto. Dok. Kominfo

Terkini ada kabar, NasDem akan berkoalisi dengan Partai Gerindra. Kedua parpol ini akan mengusung Lucky Hakim sebagai calon bupati dan Kasan Basari sebagai calon wakil bupati. Dikabarkan koalisi ini sudah mendapat restu dari masing-masing Ketua Umumnya di DPP.

Mesikpun sudah mendapat restu masing-masing DPP, sulit bagi Lucky-Basari untuk bisa melenggang dalam kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu. Penyebabnya, kedua partai ini belum cukup kursi.

Diketahui hasil pemilihan legislatif 2024 Gerindra hanya meraih 6 kursi di DPRD Indramayu sedangkan NasDem hanya 2 kursi. Dengan demikian, koalisi kedua partai ini baru memiliki 8 kursi.

Untuk bisa menggoalkan Lucky-Basari dalam kontestasi diperlukan tambahan kursi dari partai lainnya. Setidaknya diperlukan 2-4 kursi lagi untuk bisa memenuhi syarat mengajukan pasangan calon tersebut.

Berbeda dengan Lucy-Basari, Nina Agustina yang diusung PDIP sudah memegang tiket untuk berkontestasi.

PDIP dalam pemilihan legislatif 2024 yang lalu memiliki 12 kursi di DPRD Indramayu sehingga berhak mengajukan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati sendiri.

“Dengan 12 kursi itu sebenarnya PDIP tanpa berkoalisi dengan partai lainnya pun sudah bisa mengajukan pasangan calon dalam Pilkada Indramayu 2024 ini,” ujar Ketua DPC PDIP, Sirojudin.

Namun demikian, Sirojudin menegaskan pihaknya akan tetap berkoalisi dengan partai lainnya. Itulah sebabnya sampai saat ini pihaknya terus berkomunikasi dan menjalin silaturahmi dengan berbagai parpol.

Belum lama PDIP bersilaturahim dengan Partai Golkar. Jika PDIP berkolasi dengan Golkar akan sangat menguntungkan bagi kemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusungnya. Pasangan calon itu akan menang dengan mudah.

Tidak berhenti sampai di situ (menang mudah dalam Pilkada), akan tetapi jauh menguntungkan pada saat menjalankan pemerintahan. Bupati-wakil bupati akan mendapatkan dukungan mayoritas di DPRD.

Dengan dukungan 26 kursi (12 PDIP dan 14 Golkar) di DPRD pemerintahan akan lebih efektif. Keputusan-keputusan strategis lebih mudah diambil. Imbasnya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat pun bisa cepat terwujud.

Ketua DPD Partai Golkar Indramayu, Syaefudin pun tidak menampik untuk mengambil posisi wakil bupati jika berkoalisi dengan PDIP. Pilihan ini tampaknya jauh lebih realistis dan strategis.

Penulis: Wawan Idris