MHNEWS.id.- Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Ciamis, K.H. Arief Ismail Chowas Arief membeberkan sembilan alasan memilih calon presiden (capres) nomor 3, Ganjar Pranowo.

Hal tersebut disampaikan K.H. Arief dalam acara Silaturahmi Perempuan Nahdliyin se-Kabupaten Ciamis di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Ciamis pada Selasa (5/12/2023). Acara tersebut turut dihadiri oleh istri Ganjar Pranowo, Siti Atikoh.

Kesembilan alasan tersebut tidak hanya diucapkan tetapi dituangkan ke dalam sebuah buku saku. Tujuannya agar masyarakat mudah mengingat alasan-alasan itu.

Buku saku bersampul merah itu dibagikan kepada para ibu nahdliyin yang hadir dalam acara tersebut. Selain itu, mereka juga mendapatkan kaus merah beserta stiker bergambar wajah Ganjar dan Mahfud.

“In sya Allah saya secara pribadi sudah bergerak 5 bulan bu kenapa kami pilih Pak Ganjar sampai kami menetapkan ada buku saku yang sudah dibagikan ada sembilan alasan memilih Pak Ganjar,” ujar K.H. Arief.

“Bukunya di keataskan, pegang. Ini buku saku sebagai bagian dari alasan kenapa kami memilih Pak Ganjar Pranowo dan Pak Mahfud Md.,” imbuhnya.

Kesembilan alasan memilih Ganjar-Mahfud yang dituangkan dalam buku saku itu yaitu sebagi berikut:

1. Sahabat rakyat, merakyat, dan beradab
2. Penjaga spirit nasionalisme san kebhinekaan
3. Sosok muslim moderat dan bergeneologi asli NU
4. Bervisi keadilan dan pembangunan untuk semua serta berwawasan luas
5. Jaminan keberlanjutan program strategis Jokowi
6. Amanah dan berpengalaman dalam tata kelola pemerintahan
7. Pro ekonomi kerakyatan dan pro kemaslahatan publik
8. Peduli generasi muda dan adaptif dengan tren zaman
9. Matang dan santun berpolitik.

Arief menjelaskan kitab suci Al-Quran menjadi pondasi utama dalam memenangkan paslon nomor urut 3. Ia meyakini Ganjar dan Mahfud dapat mewujudkan keadilan bagi rakyat Indonesia.

“Itulah yang menjadi dasar kenapa harus kita punya pemimpin yang tentu saja sesuai dengan kaidah-kaidah agama,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menitipkan sejumlah agenda utama bidang keagamaan, agar keberpihakan untuk guru ngaji dan guru agama di Indonesia diperkuat. Sementara bagi warga pesantren, ia meminta agar Undang-undang Pesantren segera diimplementasikan.

“Kita telah menitipkan di bidang keagamaan khususnya melalui para kiai para nyai, yang pertama berkenaan bagaimana bisa punya keberpihakan untuk guru ngaji di nusantara ini,” paparnya.

“Untuk pesantren, walaupun ada UU pesantrennya, tapi impelementasinya sampai saat ini belum terlaksana. Ini PR besar. Insyaallah pemimpin kita sudah punya UU pesantren, dan tentu saja kami tunggu untuk diimplementasikan oleh Bapak Presiden kita bersama (Ganjar),” tegasnya.

Dia juga mengingatkan soal dana beasiswa bagi pesantren, sarana dan prasarana pesantren, sarana dan prasarana keagamaan, BOP Pesantren dan subsidi guru ngaji dan imam.

“Ini Bu, presiden sudah sampaikan, agar dititip lagi anggaran desa, anggaran desa yang besar itu sekarang sudah dinaikkan anggarannya, apalagi nanti kalau sudah sampai Presiden Pak Ganjar, itu bisa dilipatgandakan anggaran untuk desa,” jelasnya.

“Tapi bukan hanya sekedar untuk infrastruktur semata, yang bersifatnya untuk dalam artian fisik, tapi mesti untuk sarana prasarana keagamaan melalui dana desa termasuk guru ngaji dan Imam,” sambungnya.

Penulis: Wawan Idris