mhnews.id.- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Indramayu turut menyikapi rencana Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Darma Ayu yang akan menaikkan tarif sebesar 30 persen mulai Februari 2023 mendatang.
Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Kabupaten Indramayu, Febi Soeharto menilai tidak tepat rencana tersebut diterapkan mengingat beberapa hal yang mesti dipertimbangkan.
Ia menyebut antara lain kondisi perekonomian saat ini dan kualitas pelayanan yang belum memuaskan. Ada pun mengenai alasan menaikkan tarif karena menderita kerugian sebagai sesuatu yang tidak rasional.
“Kenaikan harga (tarif) dirasa tidak rasional. Dengan kondisi perekonomian yang belum pulih pasca covid 19, tekanan kenaikan harga ini mengakibatkan masyarakat semakin terbebani,” kata Febi kepada mhnews.id, Kamis (26/1/2023).
Pihaknya melakukan kontrol sosial tersebut berdasarkan temuan di masyarakat yang pada umumnya merasa keberatan atas rencana menaikkan tarif itu. Masyarakat meminta bahkan memaksa Perumdam Tirta Darma Ayu (TDA) untuk mengurungkan menaikkan tarif.
Menurutnya, masyarakat menilai tidak sepatutnya menaikkan tarif karena pelayanan yang dirasakan masyarakat juga belum maksimal, belum memuaskan. Bahkan kualitas air pun masih jauh dari yang harapkan.
“Masih banyak masyarakat yang belum menerima kualitas air yang baik, pelayanan tidak maksimal, serta pendistribusian air yang mengalami hambatan,” jelasnya. Untuk kualitas, air Perumdam TDA baru memenuhi syarat untuk mandi dan nyuci namun belum layak untuk diminum.
Ia pun mempertanyakan alasan menderita kerugian yang dilontarkan pihak Perumdam TDA yang menjadi salah satu dasar menaikkan tarif pada bulan depan. Pasalnya, Perumdam TDA tidak menyampaikan data laporan keuangan laba/rugi secara valid kepada masyarakat.
“Seharusnya pihak Perumdam TDA melakukan audit keuangan terlebih dahulu untuk mengetahui dari mana penyebab kerugian,” tegasnya.
Ditambahkan, kalau pernyataan Direktur Teknik (Jojo Sutarjo) menyampaikan mengalami kerugian, maka sangat tidak rasional sekelas perusahaan milik daerah mengalami kerugian. Terlebih bila melihat gaya hidup para pejabatnya.
Febi menegaskan sikap PMII Indramayu ini merupakan respon atas rencana Perumdam TDA menaikkan tarif 30 persen. PMII akan terus memonitor langkah Perumdam TDA sampai benar-benar mengurungkan niatnya menaikan tarif.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




