mhnews.id.- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Indramayu meminta pemerintah untuk membatalkan rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Kabupaten Indramayu, Fakhmi Nazarudin menegaskan sebaiknya pemerintah mengkaji ulang rencana kebijakan itu karena perekonomian Indonesia belum sepenuhnya pulih dari dampak covid-19 serta permasalahan harga bahan pokok yang juga masih belum stabil.
“Kami sebagai kader PMII berangkat dari hati nurani, juga sesuai arahan dari Ketua Umum Pengurus Besar PMII siap bergerak mengawal kepentingan rakyat dan menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi,” kata Fakhmi kepada mhnews.id, Rabu (24/8).
Ia mengungkapkan dampak buruk kenaikan BBM itu akan dirasakan masyarakat menengah ke bawah. Mereka akan semakin sulit. Mengingat mereka dalam kehidupan sehari-hari untuk menjalankan roda perekonomiannya masih menggunakan BBM bersubsidi.
“Jika BBM dinaikan, maka bahan pokok lainnya juga akan ikut naik. Sedangkan pemasukan perekonomian masyarakat menengah ke bawah belum tentu ikut naik juga. Jangan sampai rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Indramayu semakin menderita dengan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi,” ucapnya.
Menurut Fakhmi, ada yang lebih penting dilakukan oleh pemerintah daripada menaikkan harga BBM. Mestinya, pemerintah lebih baik fokus memberantas mafia BBM dan menjalankan pengawasan pendistribusiannya agar tepat sasaran.
“Kenaikan BBM akan semakin membuat masyarakat susah. Makanya pemerintah jangan membuat kebijakan yang dapat menyengsarakan rakyat,” ujarnya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




