MHNEWS.id.- Hasil survei pada September 2023 ini elektabilitas bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto unggul tipis dibandingkan capres Ganjar Pranowo dan Anies.

Terbaru lembaga survei Poltracking Indonesia juga merilis keunggulan Prabowo dengan selisih angka yang hanya 1,9 persen dari Ganjar Pranowo. Seharusnya Prabowo menang telak.

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno mengatakan keunggulan sementara yang hanya berbeda tipis itu dikarenakan Prabowo dinilai mempunyai tabungan politik 15 tahun.

“Pertama, Prabowo punya tabungan politik 15 tahun. Sudah ikut tanding pilpres sejak 2009 jadi calon wakil Megawati, dan dua kali capres menantang Jokowi. Itu modal utamanya,” papar Adi Prayitno Sabtu (7/10/2023).

“Secara umum publik melihat Prabowo spesialis ikut pilpres meski selalu kalah. Sementara Ganjar dan Anies pendatang baru di pilpres,” imbuhnya sebagaimana dilansir detik.com.

Adi Prayitno mengatakan bahwa Prabowo juga masih menempel ketat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan atribut kampanyenya. Dia juga menyinggung Gibran Rakabuming Raka yang diisukan mendampingi Prabowo di Pilpres 2024.

“Kedua, Prabowo nempel ketat Jokowi dengan memasang atribut kampanye ada foto Jokowi bersama Prabowo. Dalam banyak hal itu mengonfirmasi bahwa Prabowo juga orangnya Jokowi. Ini yang selalu dikapitalisasi untuk mengeruk keuntungan elektoral meski Jokowi kader PDIP,” katanya

“Tak berhenti di situ, kubu Prabowo juga memasukkan nama Gibran sebagai sosok potensial pendamping Prabowo. Tentu ini semua dilakukan untuk merebut hati pemilih Jokowi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Adi Prayitno mengatakan Prabowo seharusnya menang telak dari Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Dia menyebut penentuan akan terlihat jika pasangan capres didaftarkan ke KPU.

“Untuk ukuran Prabowo yang pengalaman tanding pemilunya paling banyak, mestinya menang telak ke calon lainnya. Tapi nyatanya tak begitu. Sementara mesin politik calon lain belum terlihat kerja maksimal. Mungkin akan gaspol setelah penetapan pasangan capres oleh KPU,” ujarnya.

Diketahui, hasil survei Poltracking Indonesia elektabilitas Prabowo 38,9 persen, Ganjar 37 persen, dan Anies 19,9 persen. Selisih antara Prabowo dan Ganjar sebabagai pendatang baru hanya 1,9 persen.

Sebelumnya beberapa lembaga survei seperti Litbang Kompas merilis keunggulan Ganjar Pranowo atas pesaingnya Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Penulis: Wawan Idris