MHNEWS.ID.- PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan kembali mencetak prestasi gemilang dengan meraih Penghargaan Public Disclosure Program for Environmental Compliance (PROPER)/Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Penghargaan dengan kategori EMAS tahun 2025 ini diraih melalui program pemberdayaan Berdaya, Berkolaborasi Inklusif, Inovasi dan Karya (BERBISIK).

Program ini mengantarkan Kilang Balongan ke capaian yang ke-8 kalinya sepanjang sejarah keikutsertaannya dalam ajang PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penghargaan ini makin menambah panjang rekam jejak positif berkelanjutan Kilang Balongan yang sebelumnya telah berhasil meraih Proper Emas ke-7 di tahun 2024.

Penghargaan diterima langsung Direktur Operasi Kilang PT Pertamina Patra Niaga (PPN), Didik Bahagia, dalam ajang Anugerah Lingkungan Hidup Proper di Gedung Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Selasa (7/4/2026).

Dampak Nyata Program BERBISIK

Program BERBISIK merupakan inisiatif dari PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan untuk mengatasi permasalahan ekonomi, lingkungan dan sosial khususnya di Desa Balongan, Kelurahan Lemahmekar, dan Kelurahan Karangmalang di Indramayu.

Program ini hadir karena tingginya permasalahan di bidang ekonomi, sosial dan lingkungan, yang berdampak langsung pada munculnya timbulan sampah serta keterbatasan akses pendidikan dan pekerjaan bagi difabel tuna rungu di Indramayu.

Oleh karena itu, Program BERBISIK dirancang sebagai upaya yang tidak hanya memperbaiki pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inklusif.

Dalam implementasinya, dari aspek sosial, Program BERBISIK berhasil memberdayakan kelompok rentan yang terdiri dari 155 penyandang difabel, 11 orang dalam kategori rumah tangga miskin, dan 32 orang perempuan rawan sosial dan ekonomi.

Kemudian 1 orang lansia, 2 orang anak-anak, dan 55 warga binaan Lapas Kelas IIB Indramayu dan berhasil memberikan dampak positif kepada lebih dari 10.000 orang penerima manfaat tidak langsung di Indramayu.

Dari aspek lingkungan, program ini berhasil mengelola sampah organik sebesar 1,8 ton/tahun dan berdampak pada pengurangan emisi karbon dari pengolahan Sampah plastik dan organik 223.228,8 KG CO2  Eq/tahun.

Dampaknya pun dirasakan oleh masyarakat di Desa Balongan dimana program ini berkontribusi dalam mengurangi beban pengolahan sampah organik Desa Balongan.

Selain itu, inovasi pengelolaan minyak jelantah dari Program BERBISIK telah menyentuh 240 L/tahun, dan  juga pengelolaan sampah plastik dan limbah kopi yang ini telah membantu mengurangi beban pengolahan sampah di Kelurahan Lemahmekar.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris