mhnews.id.- Musim tanam padi rendeng tahun 2022-2023 mengalami keterlambatan akibat kurangnya pasokan air sehingga akan mempengaruhi terhadap produksi padi masa panen tahun tersebut. Padahal Indramayu sudah dicanangkan sebagai penyedia beras nasional.
Keterlambatan tanam padi rendeng ini khususnya dialami para petani di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi dan petani di Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Seharusnya, pada akhir Oktober sudah selesai mengolah sawah sehingga tanamnya dilakukan awal November.
Ketua Kelompok Tani Bina Tani Desa Plosokerep, Rusdani mengungkapkan, keterlambatan tanam ini disebabkan kurangnya pasokan air. Diakui, saat ini hujan memang sudah turun, akan tetapi debitnya masih jauh dari mencukupi kebutuhan. Dan biasanya, kekurangan debit air itu dipasok dari irigasi.
“Hujan memang sudah turun. Tapi pasokan air masih kurang. Biasanya dibantu dengan air irigasi. Masalahnya sekarang, irigasinya sedang diperbaiki tetapi tidak kunjung selesai sehingga saluran itu tidak bisa mengalirkan air,” katanya Rusdani kepada mhnews.id, Jum,at (4/11).
Akibat kurangnya pasokan air hingga saat ini lanjut Rusdani, petani di desanya dan desa sekitarnya belum bisa memulai pengolahan lahan. Diakuinya, para petani tidak tahu kapan tanam padi rendeng bisa dilakukan karena hal ini sangat tergantung pada selesainya perbaikan saluran irigasi.
Dijelaskan Rusdani, sebelum adanya perbaikan saluran, biasanya pasokan air dari irigasi sudah mulai datang dan masuk ke areal sawah pada pertengahan Oktober. Apalagi debit air di sungai Cipanas yang menjadi sumber pengairan di saluran itu sudah normal atau penuh.
Namun sekarang, pihaknya tidak tahu kapan air bisa masuk sawah mengingat perbaikan senderan irigasinya pun belum rampung. “Ini kan jadi menghambat pelaksanaan tanam. Entah sampai kapan petani menunggu. Yang pasti keterlambatan tanam ini sangat merugikan petani,” tegasnya.
Rusdani menyebutkan, luas lahan sawah di Desa Plosokerep ada sekitar 600 hektare. Tidak hanya di desanya saja yang mengalami keterlambatan tanam padi rendeng, juga dialami sejumlah desa lainnya di Kecamatan Terisi dan Cikedung. Dan ini akan mempengaruhi produksi secara nasional.
Menangapi keluhan petani, Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang saat dikonfirmasi membenarkan hambatan pelaksanaan musim tanam rendeng yang kini dialami para petani di wilayah Kecamatan Terisi dan Cikedung tersebut.
“Ya memang saat ini terganggu karena adanya (proyek perbaikan saluran irigasi) itu membuat gilir air menjadi tidak lancar,” papar Sutatang. Ditambahkan, pelaksanaan musim tanam rendeng di wilayah Kec. Terisi dan sekitarnya semestinya sudah dimulai pada akhir Oktober – awal November.
Sutatang mengakui, proyek perbaikan saluran irigasi tersebut memang tujuan akhirnya demi petani. Namun dia berharap, pelaksanaan proyek itupun tidak sampai mengganggu jalannya musim tanam.
“Mungkin bisa diatur, siang hari untuk pengerjaan proyek irigasi dan malam harinya untuk pengaliran air ke sawah. Jadi dua-duanya bisa jalan, sementara seperti itu,” ujar Sutatang.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




