mhnews.id.- Momentum Jumat Berkah bagi Puskemas Lohbener, Indramayu tidak hanya dimanfaatkan untuk berinfak sodaqoh, berbagi kepada sesama, tetapi juga untuk mensosialisikan informasi kesehatan, salah satunya mengenai pencegahan stunting (gagal tumbuh pada anak).
Seperti pada Jum’at (23/9) kemarin, pada momen Jumat Berkah ini digelar kegiatan berbagai bersama Samsudin, Pendongeng Keliling Satwa Langka asal Indramayu. Samsudin, menyampaikan informasi mengenai stunting melalui dongeng kepada pengunjung Puskemas.
Sedangkan para tenaga kesehatan (nakes) membagikan biskuit dan susu kepada pengunjung Puskemas, yaitu masyarakat umum dan balita. Mereka (para pengunjung Puskesmas) sangat antusias menyimak informasi tentang stunting yang disampaikan Samsudin.
Samsudin adalah pendongeng satwa langka yang sudah keliling Indonesia. Ia menerima penghargaan Kehati Award pada Tahun 2020 lalu. Dihadapan ibu-ibu yang membawa buah hatinya, Samsudin mengkampanyekan penyelamatan satwa dan lingkungan hidup kepada anak-anak melalui dongeng.
Selain mendongeng tentang penyelamatan satwa, Samsudin juga mendongeng tentang stunding. Ia mengajak ibu-ibu dan anak meningkatkan pemahaman tentang makanan sehat. Hal tersebut guna menekan terjadinya stunting pada anak.
Kepala Puskesmas Lohbener dr. Andri mengatakan, stunting merupakan akibat kurangnya perhatian dan pemahaman orang tua dan anak-anak terhadap masalah makanan serta pemberian Air Susu Ibu (ASI), terutama mengenai makanan yang mengandung gizi seimbang.

Para orang tua dan anak-anak menyimak Samsudin yang sedang mendongeng tentang stunting. Foto: Moh. Toyib/mhnews.id
Melaui kegiatan Jum’at berkah berbagi ini tutur Andri, disosialiasikan masalahan gizi seimbang dalam makanan. Edukasi dan sosialiasi ini dinilai efektif melalui dongeng yang disampaikan Samsudin sang Pendongeng Keliling tersebut.
“Dengan sajian dongeng yang disampaikan Bapak Samsudin tentang pencegahan stunting mudah-mudahan dapat dimengerti oleh anak-anak dan para orang tuanya, khususnya ibu-ibu,” katanya.
Menurutnya, stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.
“Bahwa stunting sangat berpengaruh buruk terhadap kecerdasan dan kesehatan tumbuh anak,” terangnya. Diharapkan Andri, melalui kegiatan itu anak-anak dan orang tua yang terlibat dapat pemahaman tambahan tentang pentingnya masalah pangan bagi tumbuh kembang anak-anak.
Diungkapkan Andri, pencegahan stunting melalui dongeng ini selaras dengan komitmen Bupati Indramayu Nina Agustina dalam penurunan stunting. Bupati Nina melalui Gerakan Penurunan Stunting Indramayu (Gesit) mengharapkan terjadi penurunan stunting sapai pada level tujuh persen.
“Sesuai instruksi Ibu Bupati melalui Gesit, stunting ditarget turun sampai tujuh persen. Hal ini untuk mencetak generasi yang cerdas dan sehat demi mewujudkan Indramayu yang Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur dan Hebat (Bermartabat),” pungkasnya.
Penulis : Moh. Toyib
Editor : Wawan Idris




