mhnews.id.- Amiril Mukminin Ali bin Abi tholib pernah meriwayatkan dalam salah satu nasihat Luqman Al-Hakim kepada putranya, beliau berpesan:
Wahai putraku, hendaklah orang yang lemah keyakinannya dalam mencari rezeki merenungkan bahwa Allah Ta’alla telah menciptakan dia dalam tiga kondisi yang sangat lemah. Dan dalam tiga kondisi tersebut Allah Ta’alla selalu mengirimkan rezekinya tanpa ia mencarinya.
Oleh karenanya, Allah Ta’alla pasti akan memberikan rezeki kepadanya pada kondisi yang keempat, yaitu:
Pertama, ketika ia masih dalam rahim ibunya. Allah swt memberi rezeki kepadanya dan menempatkannya di tempat yang sangat aman, tidak merasakan panas dan dingin.
Kedua, setelah itu ia keluar ke dunia dalam kondisi yang sangat lemah dan Allah Ta’alla cukupkan rezekinya dengan air susu ibunya. Dan dengan orang tua yang merawatnya, semua rezeki ini diberikan dalam kondisi bayi ini tak memiliki kemampuan apa-apa.
Ketiga, saat ia disapih oleh sang ibu maka Kami tentukan rezekinya telah ditanggung oleh kedua orang tuanya. Bagaimana mereka berdua selalu memberikan apa yang dibutuhkan anaknya, bahkan siap berkorban dengan diri mereka agar rezeki itu sampai kepada putranya.
Dalam tiga kondisi ini manusia dalam posisi yang sangat lemah dan tidak memiliki kemampuan apapun, namun Allah Ta’alla menjamin rezekinya sampai kepadanya.
Lalu kemudian, apakah pada kondisi keempat disaat dia dewasa dan mampu untuk berpikir dan berusaha mencari rezeki lalu Allah Ta’alla tidak memberikannya?
Apakah ia akan gelisah, takut dan berburuk sangka kepada Allah Ta’alla tentang masalah rezeki? Sementara pada saat ia tidak mampu apa-apa Allah Ta’alla telah menjamin rezekinya?
Apakah ia akan kikir karena takut miskin? Tidakkah ia percaya terhadap janji Allah Ta’alla untuk mengganti semua harta yang ia keluarkan di jalan-Nya dengan balasan yang berkali lipat?
Maka wahai putraku, seburuk-buruk hamba adalah hamba yang semacam ini!
Dari nasihat Luqman ini harusnya kita sadari Al-Qur’an telah banyak menjelaskan bahwa alangkah durhakanya manusia yang tidak tau terima kasih dan selalu berburuk sangka kepada Allah Ta’alla.
قُتِلَ ٱلۡإِنسَٰنُ مَآ أَكۡفَرَهُۥ
“Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia!” (Q.S.’Abasa: 17)
Khususnya dalam urusan rezeki banyak sekali manusia yang berburuk sangka kepada Allah Ta’alla hingga ia harus mencari rezeki dari jalan yang haram, seakan ia tidak akan mendapat rezeki dari jalan yang halal.
Dalam sebuah ayat yang berkaitan dengan rezeki, Allah Ta’alla telah menamakan Diri-Nya dengan Yang Maha Memberi Rezeki kemudian digandengkan dengan dua sifat Kekuatan dan Kekuaasaan-Nya agar manusia yakin bahwa Dia-lah Yang Maha Kuasa dan Dia-lah Yang Memberi Rezeki.
Allah swt berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلۡقُوَّةِ ٱلۡمَتِينُ
“Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (Q.S. Adz-Dzariyat: 58).
Karena itu jangan pernah berburuk sangka kepada Allah Ta’alla, bila rezeki kita telah dijamin oleh Allah Ta’alla dalam kondisi kita yang terlemah maka mustahil Allah akan menelantarkan kita dalam kondisi kita telah diberi kemampuan dan kekuatan.
Semoga Bermanfaat.




