SIAPAKAH yang menginginkan hidup mulia, baik di dunia terutama di akhirat ditambah dengan bonus mendapatkan Cinta-Nya Alloh Ta’ala? Semua hamba Alloh Ta’ala dan ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pasti menginginkan. Lalu, bagaimana cara mendapatkannya?
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam satu hadits, “Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku berarti ia telah mencintaiku. Barangsiapa yang mencintaiku maka kelak ia akan menemaniku di surga.”
Alqur’an juga menjelaskan bahwa Allah Ta’ala akan memberi ampunan dan kasih sayang kepada mereka yang mengikuti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sebagaiman firman-Nya: “Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S. Ali Imran: 31).
Dari uraian tersebut, cara mendapatkan kemuliaan di dunia, di akhirat, dan Cinta-Nya Allah Ta’ala adalah dengan secara istiqomah mengamalkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satunya secara istiqomah menghidupkan empat amalan berikut ini.
1. Puasa Senin dan Kamis
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka Aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (H.R. Tirmidzi).
2. Salat Dhuha
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abu Dzar, Beliau bersabda: “Di setiap pagi, ada kewajiban sedekah atas setiap persendian dari salah seorang kalian. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar makruf nahi mungkar adalah sedekah. Dan dapat memadai untuk semua itu, dua rakaat yang dilakukan pada waktu Dhuha”. (H.R. Muslim).
3. Membaca Dzikir Pagi dan Petang
Salah satu dzikir yang sering diabaikan pada pagi dan petang adalah membaca “Rodhitu billahi Robba wa bil-Islami dina, wabi Muhammadin-Nabiya wa Rosula” (Ya Allah, aku ridha (rela) Allah Tuhanku, Islam agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Nabi dan Rasulku). Kemudian membaca ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas dan Sayyidul Istighfar.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa mengucapkannya di siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barang siapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga.” (H.R. Al-Bukhari).
4. Qiyamullail (Salat Malam)
Dari Aisyah R.A., beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa salat sehingga kakinya pecah-pecah. Kemudian aku mengatakan kepada Beliau, ‘Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan ini padahal engkau telah diampuni dosa yang telah lalu dan akan datang.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Tidakkah engkau menyukai aku menjadi hamba yang bersyukur.” (H.R. Muslim)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Salat yang paling afdhol (utama) setelah salat fardhu adalah salat malam” (H.R. An Nasa’i). Di riwayat lain, Beliau bersabda: “Dan ketahuilah, kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada salat malamnya”.
Penulis: Wawan Idris




