MHNEWS.id.- Calon presiden (capres) nomor 3 Ganjar Pranowo telah menyelesaikan kampanye dalam sepekan, sejak Selasa (28/11/2023) hingga Minggu (3/12/2023) di Wilayah Timur Indonesia.
Ganjar mengungkap alasan memilih lokasi kampanye pertama di Papua, sementara cawapresnya, Mahfud Md. bergerak dari Aceh. Diharapkan keduanya dapat bergerak bersama-sama mencakup Wilayah Timur dan Barat Indonesia.
“Saya di Papua, Pak Mahfud di Aceh. Dari timur ke barat kita bergerak,” kata Ganjar di Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin, 27 November lalu.
Masa kampanye sendiri dimulai pada 28 November 2023 sampai 10 Februari 2024. Kampanye akan digelar selama 75 hari. Selama kampanye di Wilayah Timur Indonesia banyak aksi yang dilakukan Ganjar.
Di Merauke, Ganjar Sampaikan ‘1 Desa 1 Puskesmas Pembantu
Wilayah pertama yang disambangi Ganjar adalah Merauke, Papua Selatan. Dalam safarinya tersebut, Eks Gubernur Jawa Tengah itu menyampaikan kembali rencana program kerja ‘satu desa satu puskesmas’ di Balai Kampung Waninggap Nango, Merauke, Papua Selatan.
“Fasilitas kesehatan menjadi begitu penting, satu desa setidaknya ada satu puskesmas pembantu. Fasilitas kesehatan dengan satu paket, syukur-syukur satu dokter, maka itu akan mampu menyelesaikan persoalan transportasi dan konektivitas yang bisa membikin kemudahan bagi warga berobat,” kata Ganjar dilansir Antara, Selasa (28/11/2023).
Pernyataan itu disampaikan Ganjar usai menyimak kesulitan masyarakat di RT 03, Kampung Kondo, Kabupaten Merauke, tepatnya di Dusun Korkari yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.
Tokoh pemuda setempat, Pendeta Leonard Batfeny menyampaikan ibu-ibu hamil kesulitan saat hendak melahirkan di lingkungannya karena tidak adanya fasilitas kesehatan, minimal berupa puskesmas pembantu.
“Yang dibutuhkan adalah rumah kesehatan. Kami tidak akan berjanji dan tidak akan menjanjikan, tapi percayalah kami akan mengkomunikasikan agar nantinya ada tangan-tangan baik dengan nilai gotong-royong yang mudah-mudahan bisa membantu membukakan puskesmas pembantu di Dusun Korkari,” kata Ganjar.
Ganjar juga menjadikan cerita Pendeta Leonard sebagai catatan penting untuk pemerintah di masa depan, bagaimana bertindak cepat mengatasi kesulitan masyarakat di tengah keterbatasan yang dimiliki.
“Pendeta Leonard membantu proses persalinan dengan bekal ilmu yang hanya dipelajarinya lewat YouTube, tentu ini suatu catatan bagi kita bahwa pemerintah harus hadir untuk mengatasi persoalan masyarakat,” kata Ganjar.
Untuk membuktikan komitmennya, Ganjar pun menyerahkan dua buah alat kesehatan kepada ketua adat berupa kotak P3K dan alat pengukur tekanan darah sebagai simbol.
Penulis: Wawan Idris




