ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Menjadi penghuni Surga (Firdaus) merupakan keinginan tertinggi bagi orang-orang beriman, senantiasa melakukan kebaikan, dan taqwa.
Alloh Azza wa Jalla sendiri memang menyediakan Surga (Firdaus) hanya bagi hamba-hamba-Nya yang beriman serta senantiasa mengerjakan kebaikan dan taqwa. Sebaliknya, neraka disediakan bagi orang-orang kafir, pelaku kemaksiatan, dan kefasikan.
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
Setiap kali mereka diberi rezeki buah-bahan dari surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa.Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah:25)
Ada pun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah:24).
Sesungguhnya orang-orang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka, sedikit pun tidak dapat menolak azab Allah. Mereka itu penghuni neraka, (dan) mereka keka; di dalamnya. (Al-Imran: 116).
Surga itu tempat termaha indah dengan segala fasilitas kenikmatan yang maha sempura lagi kekal. Luasnya pun seluas langit dan bumi. Maka sudah sepatutnya orang-orang beriman dan taqwa berlomba-lomba untuk meraihnya.
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa. (Al-Imran: 133).
Dalam beberapa ayat Qur’an, Alloh Azza wa Jalla menyebutkan pewaris surga adalah orang yang beriman. Kriteria orang-orang yang beriman itu sendiri dikatakan Alloh Azza wa Jalla secara rinci dalam Surat Al-Mu’minun: 1-11.
Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusuk dalam solatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya.
Kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina dan sejenisnya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya, serta orang yang memelihara sholatnya. Mereka itulah orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (Surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (Al-Mu’minun:1-11)
Penulis: Wawan Idris




