MHNEWS.ID.- Gubernur Jawa Barat sudah berganti beberapa kali, namun tak ada satu pun yang mampu, tepatnya tidak mau menyelesaikan persoalan penahanan ijazah milik siswa.
Baru di era Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi persoalan itu mulai terurai dan optimis bisa diselesaikan. Dengan demikian, para lulusan SMA dan SMK pun bisa mengambil ijazahnya.
Diketahui, penahanan ijazah oleh pihak sekolah terutama yang berstatus swasta terpaksa dilakukan karena siswa (orang tua siswa) belum melunasi biaya pendidikan.
Dampak dari penahanan ijazah itu, mereka sulit mendapatkan pekerjaan. Padahal para siswa yang belum melunasi biaya pendidikan itu mayoritas dari kalangan orang tua yang tidak mampu.
Karena terakumulasi dari beberapa tahun, ijazah yang ditahan sekolah pun jumlahnya mencapai ribuan. Dan yang paling mencengangkan, tunggakan pun mencapai angka Rp 1,2 triliun.
Mendapatkan laporan seperti itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun segera mengambil langkah untuk menyelesaikannya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun akhirnya mengalokasikan anggaran Rp 600 miliar untuk menebus ijazah siswa yang masih tertahan di sekolah akibat tunggakan biaya pendidikan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, ini adalah upaya konkret Pemprov Jabar dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh siswa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Saya sudah mendapat informasi tadi malam hampir Rp 600 miliar,” katanya dalam rekaman videonya, Sabtu (5/7/2025).
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menurunkan anggaran untuk sekolah-sekolah swasta melalui program BPMU (Bantuan Pendidikan Menengah Universal),” jelasnya.
Berdasarkan hitungan, dana sebesar Rp 600 miliar tersebut menutupi setengah dari total tunggakan siswa kepada sekolah yang mencapai Rp 1,2 triliun, akumulasi dari beberapa tahun lalu.
Dedi menegaskan bahwa setiap siswa berhak atas akses pendidikan yang adil, termasuk memperoleh ijazah sebagai bukti kelulusan tanpa terhambat kendala ekonomi.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah administratif, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masa depan pendidikan di Jawa Barat.
Lebih lanjut, diharapkan ribuan siswa tersebut dapat segera menggunakan ijazahnya untuk keperluan melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan.
“Dan sekolah-sekolah yang menerima dana BPMU memiliki janji atau komitmen untuk tidak menahan ijazah,” kata Dedi.
Penulis: Wawan Idris




