MHNEWS.id.- Pertamina telah menyiapkan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) untuk menjadi rumah sakit rujukan bagi warga terdampak insiden Integrated Terminal Jakarta, Plumpang agar mendapat penanganan terbaik.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajar Djoko Santoso mengatakan saat ini di Burn Unit RSPP sudah menyediakan fasilitas perawatan berkapasitas 60 orang.

“RSPP telah siap menangani pasien luka bakar dan akan memberikan penanganan terbaik kepada korban,” ujar Fadjar.

Saat ini, tercatat 9 orang pasien dengan status rawat inap di fasilitas Burn RSPP dan 1 orang sedang dalam perawatan intensif di ICU. Selebihnya sebanyak 11 orang pasien dirawat di ruang biasa.

Selain itu, kata Fadjar, RSPP juga tengah menangani perawatan 4 orang di IGD dan 1 orang di Kamar Operasi. “Pertamina akan terus memantau perkembangan para korban hingga pulih kembali,” imbuh Fadjar.

Sementara Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widiyawati, mengatakan pihaknya akan bertanggung jawab penuh seluruh pembiayaan pengobatan korban kebakaran Terminal BBM atau Depo Plumpang.

Ia mengatakan tanggung jawab itu termasuk biaya pengobatan hingga sembuh, santunan, dan kepada korban meninggal.

“Dalam hal ini kami menyampaikan komitmen Pertamina untuk bertanggung jawab sepenuhnya atas seluruh biaya pengobatan dan juga santunan kepada korban yang meninggal juga kepada korban yang sedang mengalami perawatan,” ujar Nicke.

“Seluruh biaya pengobatan sampai dinyatakan sembuh dan bisa pulang beraktivitas seperti biasa ini akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pertamina,” tambah Nicke usai menjenguk korban kebakaran Plumpang di RSPP, Jakarta Selatan, Sabtu (4/3/2023).

Penulis  : Iir Sairoh
Editor    : Wawan Idris