mhnews.id.- Sebuah bangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Bhidayatun Nihayah di Blok Timol, Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, ambruk setelah diguyur hujan deras dan angin kencang.
Dalam beberapa hari ini hujan deras disertai angin kencang memang melanda Indramayu. Selain merobohkan MDTA Bhidayatun Nihayah di Blok Timol tersebut, hujan juga kerap mengakibatkan genangan air di jalan-jalan protocol Kota Indramayu dan komplek perumahan.
Tidak ada korban jiwa, karena peristiwa itu terjadi pada malam hari, Sabtu (3/12/2022). Bangunan MDTA Bhidayatun Nihayah yang ambruk diterjang angin dan hujan itu memang hanya satu ruangan. Begitu kencangnya hembusan angin ruang kelas tersebut ambruk hingga hampir rata dengan tanah.
Sedangkan tiga ruang kelas lainnya yang berdampingan, kondisinya juga sangat memprihatinkan dan dikhawatirkan ikut ambruk. Untuk itu, pihak madrasah memutuskan untuk mengosongkan seluruh ruang kelas yang tersisa.
Sebanyak 50 santri madrasah dari kelas satu, dua, tiga dan empat, terpaksa digabung menjadi satu. Mereka menempati bangunan bekas warung yang ada di lingkungan madrasah.
Kepala MDTA Bhidayatun Nihayah, Wahyudi menjelaskan, bangunan madrasah ambruk saat hujan deras dan angin kencang menerjang pada Sabtu (3/12/2022) bada Isya. Tanda-tanda bangunan akan ambruk memang sudah terlihat sebelumnya pada dinding yang sudah retak-retak.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena kejadiannya malam hari, tidak ada anak didik yang beraktivitas semua selamat,” ujar Wahyudi kepada mhnews.id, Kamis (8/12/2022).
Wahyudi mengatakan, madrasah Bhidayatun Nihayah pertama kali dibangun pada 2003. Seiring berjalannya waktu, bangunan madrasah mengalami kerusakan dan sempat direnovasi pada 2018.
Wahyudi mengungkapkan, madrasah rencananya akan dibangun kembali di lahan wakaf dekat masjid desa setempat. Namun, dia mengakui tidak memiliki biaya untuk membangun madrasah yang baru tersebut.
Wahyudi menambahkan, di MDTA Bhidayatun Nihayah ada empat orang guru yang mengajar di masing-masing kelas. Namun, sudah setahun terakhir ini, honor guru madrasah dari Pemkab Indramayu tak kunjung cair.
“Honor guru Rp 300 ribu per bulan. Sekarang sudah setahun honornya belum cair. Jadi para guru mengajar tanpa mendapat honor. Namun demikian mereka tetap semangat dan ikhlas,” terang Wahyudi.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




