MHNEWS.id.- Sugianti (74), seorang pedagang di Pasar Anyar Bahari di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta memberikan wejangan kepada calon presiden (capres) Ganjar Pranowo.

Tanpa sungkan Sugianti, wanita yang sudah terasuk lanjut usia (lansia) itu  memberikan nasihat seandainya Ganjar Pranowo terpilih sebagai presiden RI pada Pilpres 2024 mendatang.

“Biar jadi Presiden. Jangan lupa sama rakyat, biar bisa meneruskan apa cita-cita Pak Jokowi. Harus adil ke rakyat,” kata Sugianti yang merupakan pengagum Bung Karno, Sabtu (24/6/2023) pagi.

Melansir Kompas.com, perempuan asal Gunung Kidul itu juga memberi pesan kepada Ganjar agar tidak lupa dengan Pasar Anyar Bahari.

“Jangan lupa injak pasar sini walaupun satu menit saja, tolong, kalau nanti jadi Presiden. Saya selalu di hati Pak Jokowi, Pak Ganjar, Ibu Megawati. Salam dari Gunung Kidul,” ucap Sugianti.

Bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo memang melakukan blusukan ke Jakarta Utara pada Sabtu (24/6/2023) pagi. Lokasi yang ia kunjungi yakni Pasar Anyar Bahari di Warakas, Tanjung Priok. Ia tiba pukul 07.40 WIB.

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Ganjar selama blusukan di Pasar Anyar Bahari, salah satunya berinteraksi dengan pedagang. Ganjar sempat berbincang dengan salah seorang lanjut usia (lansia) yang merupakan pedagang pasar, yakni Sugianti (72).

Sugianti tidak hanya sekadar berbincang, ia juga sempat bersalaman, bahkan memeluk Ganjar. Ia juga memberikan kemeja kotak-kotak kepada Gubernur Jawa Tengah itu.

Sugianti mengatakan, kemeja kotak-kotak itu merupakan kenang-kenangan ketika Pilkada DKI Jakarta 2012. Saat itu, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama menjadi salah satu kontestannya. Setelah itu, ia memakaikan kemeja kotak-kotak tersebut ke Ganjar.

Momen blusukan di Pasar Anyar Bahari di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta ini ditutup dengan Ganjar yang sarapan lontong sayur Padang sambil berdialog dengan para pedagang pasar.

Dia duduk di bangku panjang berukuran kecil. Di depannya, ada meja dengan ukuran serupa yang tersedia air kemasan, kopi hitam, bakwan, hingga tisu.

“Kebetulan di rumah dinas saya yang di Semarang, di sebelahnya ada lontong sayur Padang. Orang Minang juga yang jual. Rasanya mirip banget dengan yang ada di sini,” tutur Ganjar.

Penulis: Wawan Idris