mhnews.id.- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu belum merespon tantangan Wakil Bupati, Lucky Hakim untuk menyidang dirinya terkait dengan kinerja.
Ketua DPRD Indramayu, Syaefudin, S.H. yang dikonfirmasi mhnews.id melalui saluran telepon, Rabu (14/9) belum bisa memberikan keterangan soal tantangan Wabup Indramayu, Lucky Hakim tersebut.
Alasannya, karena Syaefudin yang juga Ketua DPD Partai Golkar Indramayu ini sedang melakukan kegiatan. Namun demikian, Syaefudin berjanji akan segera memberikan respon secepatnya.
Hal yang sama juga dikemukakan Ketua Fraksi Partai Golkar, Drs. Muhaemin, M.Si. saat dikonfirmasi secara terpisah. Anggota dewan senior ini juga meminta waktu untuk berkomentar.
Padahal sebelumnya DPRD Indramayu dengan tegas akan segera memanggil Wabup Lucky. Dewan akan melakukan pemanggilan secara khusus kepada Lucky Hakim untuk mengklarifikasi atas ketidakhadirannya dalam setiap rapat paripurna.
Sebagaimana diberitakan mhnews.id sebelumnya, Wabup Lucky Hakim disorot kalangan DPRD dan masyarakat karena tidak pernah menghadiri undangan rapat paripurna.
Merasa gerah dengan tudingan itu, Wabup Lucky lalu memberikan klarifikasi kepada sejumlah media, termasuk mhnews.id di rumah dinasnya, Selasa malam (13/9). Kepada awak media Lucky mengatakan selama ini tidak pernah mendapatkan undangan.
Tidak berhenti di situ, Lucky bahkan menantang DPRD untuk segera memanggil dirinya secara resmi, baik dalam konteks ‘menyidang’ atau permintaan klarifikasi atas segala rumor terkait kinerjanya.
“Saya menantang positif 50 anggota DPRD untuk memanggil saya. Saya siap ditanyai oleh anggota dewan. Kita buka-bukaan saja. Dan saya minta tolong disaksikan masyarakat secara langsung, live di YouTube, tiktok, Instagram, atau lainnya. Jadi tidak ada ruang untuk bohong,” paparnya.
Ditegaskan hal itu akan menjadi challenge buat dirinya. Kalau dalam forum itu melakukan kebohongan tentu akan berdampak pada dirinya. “Kalau saya bohong bahaya sekali,” katanya.
Diakuinya, masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi karena rakyat sudah membayar dirinya sebagai Wakil Bupati. “Saya sudah digaji, diberi rumah dinas, lalu apa saja kerjanya. Masyarakat berhak tahu” tegasnya.
“Jadi agar jelas, saya menantang positif kepada 50 anggota DPRD untuk segera memanggil saya, atas nama rakyat, supaya rakyat puas. Apa sih yang sebenarnya terjadi? Dan saya akan menanggung segala konsekwensinya,” tegasnya.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




