mhnews.id.- Petani di Desa Kedokan Bunder Wetan, Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu, Jawa Barat bertahun-tahun mengalami kerugian akibat gagal panen dan sering tidak maksimalnya memanfaatkan lahan sawah mereka.
Gagal panen dan tidak maksimalnya pemanfaatan lahan sawah ini terjadi akibat kurangnya pasokan air. “Saluran irigasinya dangkal. Air tidak bisa masuk ke areal sawah. Dan ini sudah tejadi selama betahu-tahun,” ungkap salah seorang petani, Suminah kepada mhnews.id, Kamis (10/11).
Kondisi ini dibenarkan Camat Kecamatan Kedokan Bunder, Atang Suwandi. Itulah sebabnya pihaknya memohon bantuan Bupati Indramayu, Nina Agustina untuk melakukan pengerukan saluran irigasi yang telah bertahun-tahun mengalami pendangkalan itu.
Permintaan Camat Atang langsung direspon Bupati Nina dengan mengirimkan satu unit exskavator (becho) untuk melakukan normalisasi (pengerukan) saluran irigasi di Desa Kedokanbunder Wetan, Kecamatan Kedokan Bunder.
Pengerukan tersebut sebagai upaya untuk mengalirkan air yang tidak bisa masuk ke sawah karena pendangkalan saluran irigasi yang sudah terjadi selama ber tahun-tahun.
Camat Kedokan Bunder, Atang Suwandi menjelaskan, saluran irigasi yang dinormalisasi tersebut sepanjang 2 kilo meter yang merupakan perbatasan 3 wilayah yakni Kecamatan Kedokan Bunder, Kecamatan Kertasemaya, dan Kecamatan Gegesik (Cirebon).
Dengan normalisasi saluran tersebut, diharapkan areal pesawahan seluas 40 hektar yang ada di Desa Kedokanbunder Wetan dapat terairi dengan maksimal sehingga produksi padi dapat meningkat.
“Pada saat acara gropyokan tikus di Desa Kedokanbunder Wetan para petani usul untuk normalisasi saluran. Selanjutnya Pak Kuwu mengirimkan proposal kepada Bupati dan Dinas PUPR. Alhamdulillah sudah 5 hari ini pekerjaan normalisasi sedang berjalan,” tegas Atang, Kamis (10/11/2022).
Sementara itu salah seorang petani Ny. Suminah yang menyaksikan pengerukan tersebut merasa sangat senang karena pemerintah sudah mengirimkan bantuan ekskavator untuk melakukan pengerukan.
“Alhamdulillah matur kesuwun ibu bupati, Ibu Nina bantuan alatnya sudah datang. Mudah-mudahan petani sukses menggarap sawahnya dan petani semakin sejahtera. Matur kesuwun ibu bupati,” kata Suminah.
Penulis : Daniswara
Editor : Wawan Idris




