MHNEWS.id.- Calon presiden (capres) yang diusung Partai Demokrasi Indonesi Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo sampai saat ini masih belum memiliki pasangan, calon wakil presiden (cawapres).

Namun demikian untuk mendampingi mantan Gubernur Jawa Tengah ini ada beberap nama yang dijagokan para pendukungnya. Diantaranya yang paling santer adalah Mahfud Md dan Khofifah Indar Parawansa.

Selain dua nama ini, ada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka juga mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau Kang Emil dan Sandiaga Uno.

Ganjar Pranowo sendiri belum memastikan siapa di antara nama-nama tersebut yang akan mendampinginya di Pilpres 14 Februari 2024 nanti. Namun Ganjar mulai menguak siapa wakilnya itu.

Hal ini diungkapkannya saat mengisi kuliah umum di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/10/2023).

Bocoran ini diungkapkan Ganjar pada saat sesi diskusi menjawab pertanyaan dari tenaga akademisi UNPAR, Pius Sugeng Prasetyo soal kriteria bacawapresnya untuk Pilpres 2024.

“Cawapres harus satu visi satu misi dengan saya, semuanya membawa isu anti korupsi karena ini soal integritas,” ujar Ganjar sebagaimana dilansir Kompas.com.

Selain itu, sosok tersebut juga harus siap melayani rakyat dengan setulus hati. “Kedua siap melayani masyarakat dengan tiga hal, (yakni) mudah, murah, cepat,” katanya.

Meski sudah disebutkan kriterianya, Ganjar masih tutup mulut sosok yang akan menjadi bacawapresnya nanti. Dia juga meminta semua pihak untuk sabar menunggu.

Pada kuliah umum ini, Ganjar membahas soal peran pemuda yang sangat penting dalam membangun bangsa dan negara Indonesia. Bisa melalui jalur politik yakni masuk ke dalam partai politik dan berupaya merubah regulasi.

Selain itu, pemuda juga bisa bergerak di luar jalur politik dengan berbagai keahlian yang dimilikinya. Namun tujuannya sama, yakni untuk membangun negara ini agar bisa lebih baik lagi.

“Ada banyak cara untuk membangun dan berkontribusi, orang-orang yang pernah masuk ke dalam partai politik dan sampai saat ini masih, dan kemudian ada meritokrasi disana, maka itu menjadi salah satu pilihan,” katanya.

“Tapi, banyak sekali sosio preneur yang muncul sebagai aktivis mereka di Ormas, di LSM juga bisa berkontribusi. Tapi semuanya tidak diam semua beraktivitas, semuanya terlibat berbicara memecahkan persoalan-persoalan,” pungkas dia.

Penulis: Wawan Idris