mhnews.id.- Sejak sepekan ini para pedagang dan sebagian besar kalangan ibu rumah tangga mengeluhkan hal yang sama, yaitu tentang kenaikan harga telur ayam.
Hampir setiap hari harga telur ayam mengalami kenaikan. Hari ini harganya tembus Rp 31.000,00/ kg. Harga ini naik Rp 1.000,00/kg dan berlaku di tingkat grosir. Sementara di tingkat pedagang eceran harga bervariasi berkisar Rp 31.000,00 s.d. Rp 31.500,00 setiap kilonya.
Menurut Castiwen (41) grosir telur dari Pabean, harga telur ayam, mengalami perubahan setelah Idul Fitri. Saat itu harga masih dikisaran Rp 24.000,00/kg. Satu bulan kemudian naik menjadi Rp 27.000,00/kg. Pada saat Idul Adha harga naik lagi pada kisaran Rp 29.000,00/kg.
Diakuinya harga telur ayam saat ini paling tinggi, jika dibandingkan bulan lalu. Hari ini, Selasa (23/8) harga telur ayam tembus diangka Rp 31.000,00/kg di tingkat grosir. Harga ini kemungkinan besar akan mengalami perubahan (naik) kembali.

Ageng telur ayam negeri. Foto: Iir Sairoh/mhnews.id
“Baru kali ini harga telur ayam naik terus, sehari bisa tiga kali. Informasi perubahan kenaikan harga telur ayam biasanya didapat melalui saluran telepon distributor kepada agen. Sehari tiga kali naik, pagi jam 06.00, siang jam 12.00, dan sore jam 17.00 Wib,” ungkap Castiwen.
Kenaikan harga telur ayam ini diakui Castiwen membuatnya pusing. “Pusing saya denger kabar naik terus dari distributor. Kalau barangnya ada sih mending, ini mah kadang agak susah. Pesen sekarang misalnya, belum tentu dikirim penuh,” ungkap Castiwen.
Castiwen berharap walaupun harga telur mengalami kenaikan, tetapi stoknya harus selalu tersedia. Sebab, kebutuhannya telur ayam sangat tinggi, dalam sehari yang dijual ke pedagang dan eceran minimal mencapai 150 kilogram atau 1, 5 kwintal.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




