MHNEWS.id.- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengatakan kementeriannya serius akan memenuhi kebutuhan ASN guru dan dosen.

Azwar Anas sebelumnya bertemu dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim membahas isu ASN guru dan dosen 2024 di Kantor Kementerian PANRB Jakarta, Jumat (23/2/2024).

Anas mengatakan, kedua pihak membahas pengembangan tenaga guru dan dosen agar memiliki karier menjanjikan di masa depan. Keduanya juga membahas pemenuhan ASN dalam CASN 2024 dan seleksi guru nasional.

“Hari ini dengan Pak Nadiem membicarakan bagaimana pemenuhan ASN guru dan dosen. Kita juga bahas terkait karier guru dan dosen agar kedepannya jauh lebih menjanjikan, jelas, dan tidak rumit,” ujar Anas dikutip dari rilis di laman resmi Kementerian PANRB, Senin (26/2/2024).

Untuk merealisasikannya, akan segera melaksanakan seleksi calon Aparatur Sipil Negara (CASN) PNS dan PPPK 2024. Seleksi akan dilaksanakan pada minggu ketiga Maret 2024 mendatang.

Dalam CASN 2024, pemenuhan kebutuhan tenaga guru akan menjadi prioritas Kementerian PANRB. Anas menyatakan pihaknya telah menerima usulan formasi guru untuk pengadaan tahun ini dari berbagai instansi daerah.

Diketahui, target rekrutmen guru ASN PPPK sejak 2020 adalah 1 juta guru. Target ini diharapkan rampung pada akhir 2024.

Untuk mencapai target rekrutmen 1 juta guru, Kementerian PANRB menyatakan sudah melaksanakan sejumlah terobosan kebijakan seleksi guru nasional.

“Breakthrough (terobosan) ini telah berhasil meningkatkan tingkat keterisian formasi guru menjadi di atas 78 persen dari yang sebelumnya ada di kisaran 58 persen,” katanya.

Nadiem menyatakan tengah mengkaji masukan terkait tata kelola ASN guru dan dosen untuk menjamin karier kesejahteraannya.

“Kita ulik berbagai masukan-masukan untuk mengelola ASN kita terutama guru dan dosen di Indonesia, termasuk bagaimana agar karier dan kesejahteraan mereka terjamin,” tutur Nadiem.

Melansir deticom, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN), Nanang Subandi menjelaskan pihaknya akan menggunakan skema 3 periode atau tiga kali dalam satu tahun. Berikut perkiraan jadwalnya:

Periode 1: Pengumuman, dan seleksi administrasi, dan seleksi kedinasan mulai pekan ketiga Maret 2024. Periode 2: Pengumuman dan seleksi administrasi penerimaan CPNS dan PPPK pada Juni 2024.

Periode 3: Pengumuman dan seleksi administrasi penerimaan CPNS dan PPPK pada Agustus 2024. Nanang mengingatkan, peserta bisa memilih salah satu periode seleksi.

“Pelaksanaan tes memang dilakukan tiga kali tapi pada periode berbeda. Bukan berarti peserta tiga kali tes, tiga kali harus lulus ya,” ujar Nanang.

“Ini hanya pembagian waktu karena kapasitas lab kami dengan jumlah pelamar yang estimasinya sekitar 7 juta butuh waktu yang panjang dan harus selesai di tahun ini,” pungkasnya.

Penulis: Wawan Idris