mhnews.id.- Santri selama ini dipahami sebagai sosok yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren. Kenyataannya banyak juga yang belajar agama di luar pesantren seperti di madrasah. Mereka ini secara keseluruhan juga belajar agama Islam untuk menjaga pondasi beragama.
Selly Andriany Gantina, anggota DPR-RI dari fraksi PDIP mengatakan hal itu pada saat menghadiri puncak peringatan Hari Sabtri Nasional tingkat Jawa Barat tahun 2022, Kamis (27/10) yang dilaksanakan di Embarkasi Haji, Kec. Lohbener, Indramayu, Jawa Barat.
“Saya merasa bersyukur puncak peringatan HSN tingkat Jawa Barat dilaksanakan di Embarkasi Haji Indramayu. Artinya ada keberpihakan dari Kanwil Kemenag Jawa Barat untuk memperhatikan dunia pendidikan Agama Islam di Kabupaten Indramayu,” tutur Selly.
Selain itu, tambahnya ia juga merasa senang karena Sekjen Kemenag bisa hadir langsung. Terlebih Sekjen Kemenag mengapresiasi pembangunan Embarkasi Haji Indramayu dan mendukung penyelesaian pembangunanya.
Puncak peringatakan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2022 tingkat Jawa Barat dipusatkan dilokasi Embarkasi Haji Lohbener, Kabupaten Indramayu, Kamis (27/10). Hadir santri dan santriwati dari berbagai pelosok di wilayah jawa barat, termasuk Bupati Indramayu, Nina Agustina.
“Embarkasi haji selain fungsi utamanya untuk memberikan pelayanan haji seperti pelaksaan manasik, juga memiliki potensi sebagai tempat mengembangkan edukasi dan pendidikan baik sektor formal maupun non formal. Dengan begitu SDM Indramayu bisa ditingkatkan,” paparnya.
Diakui Selly, Kabupaten Indramayu banyak mengalami ketertinggalan, terutama dari sisi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Karenanya dalam momentum peringatan HSN ini, para santri agar terus belajar berbagai ilmu pengetahuan sehingga bisa bersaing secara global.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




