MHNEWS.id.- Adakah ini pertanda rezim Orde Baru (Orba) hidup lagi? Pertanyaan ini muncul seiring adanya dugaan intimidasi dari kepolisian kepada seniman Butet Kertaredjasa saat pentas karya seni.

Diketahui, seniman sekaligus budayawan Butet Kertaredjasa dan Agus Noor menggelar pentas seni teater bertajuk “Musuh Bebuyutan” di Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2023).

Melansir Kompas.com, pergelaran pentas seni karya Butet Kartaredjasa dan Agus Noor disebut mendapatkan intimidasi dari kepolisian.

Terhadap kabar tersebut, Butet angkat bicara usai mementaskan pertunjukan teater pada Jumat lalu. Butet menyebutkan, ia diminta menandatangani surat pernyataan oleh polisi.

“Pertunjukan kali ini setelah 41 kali kami main, baru kali ini saya harus membuat surat pernyataan tertulis kepada polisi,” ucap Butet, dikutip dari Youtube Kompas TV, Selasa (5/12/2023).

Menurut Butet, lewat pernyataan itu, ia harus berkomitmen tidak ada unsur politik di dalam pertunjukan teater itu.

“Keren! Selamat datang Orde Baru,” ucap Butet yang kemudian disambut teriakan penonton.

Hal senada juga diutarakan budayawan sekaligus pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohammad melalui media sosial X.

“Butet mentas. Ini pentas Indonesia kita yg ke-41. Tapi kali ini luar biasa. Polisi datang dan minta Butet bikin statemen untuk tidak bicara politik. Sensor berlaku lagi. Orde Baru yang kejam sedang ditumbuhkan lagi?” tulis Goenawan.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Sandi Nugroho merespons tudingan adanya intimidasi dalam pertunjukan Butet.

Sandi meminta Butet untuk melaporkan anggota Polri yang diduga mengintimidasi dirinya. Ia menyatakan, polisi tetap netral selama masa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Polisi netral dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan selama Pemilu. Apabila ada oknum, dilaporkan. Jadi, kita tak usah berpersepsi, tidak usai berandai-andai,” ucap Sandi.

Penulis: Wawan Idris