MHNEWS.ID.- Menguap merupakan respons tubuh ketika sedang mengantuk atau butuh istirahat. Hasil studi baru-baru ini mengungkap bahaya mengintai di balik menguap.

Dalam studi yang dilakukan American Academy of Sleep Medicine (AASM) menguap dan rasa kantuk terlalu sering, dikaitkan dengan meningkatnya risiko kesehatan yang merugikan, serta penurunan kualitas hidup.

Studi tersebut telah terbit dalam Journal of Clinical Sleep Medicine pada 14 April 2024 dan dapat dijadikan rujukan dalam penanganan berkaitan dengan kebiasaan menguap.

Sering menguap juga disebut menjadi tanda kekurangan tidur serius yang dapat membahayakan fisik dan kesehatan jangka panjang.

Tanda menguap dan kantuk berbahaya

Dikutip dari CNN (19/3/2025), peneliti AASM memberikan tes untuk mengukur kondisi otak responden saat menguap.

Hasilnya, waktu bereaksi, kemampuan mengingat, memori, dan koordinasi mereka terganggu. Rasa kantuk berkelanjutan juga bisa mengakibatkan microsleep selama beberapa detik. Kondisi ini sangat berbahaya jika terjadi saat mengemudi.

Untuk menentukan rasa kantuk dan menguap yang terjadi memasuki kondisi membahayakan, peneliti mengukurnya dengan berbagai skala, termasuk Skala Kantuk Epworth.

Peneliti meminta responden memberi skor 0-3 ke delapan situasi yang bisa membuat mereka tertidur. Skor 10-24 menunjukkan responden sangat mengantuk dan butuh intervensi medis.

Situasi itu meliputi tidur saat duduk tenang usai makan siang tanpa alkohol, berbaring di sore hari, duduk di tempat umum, duduk sambil membaca, duduk saat mengobrol, menumpang mobil selama satu jam, terjebak macet beberapa menit saat mengemudi, serta menonton televisi.

Orang yang kurang tidur akan mengalami gejala berupa menguap berlebihan, kelopak mata turun, tubuh membungkuk dan sulit berdiri tegak, vertigo, tangan gemetar, serta bersikap impulsif.

Gangguan tidur seperti sleep apnea, insomnia, sindrom kaki gelisah, gangguan ritme sirkadian tidur, serta kondisi nyeri kronis dan obat-obatan dapat menyebabkan kantuk ekstrem.

Konsumsi obat, gaya hidup buruk, tidak menjaga kebersihan, serta kondisi kamar yang tidak sesuai juga dapat menyulitkan tidur, sehingga tubuh mudah mengantuk dan sering menguap.

Menguap terus-terusan terjadi saat seseorang mengalami kantuk luar biasa pada siang hari meski tubuh butuh kewaspadaan tinggi. Menguap berlebihan seperti itu bukan tindakan biasa. (bersambung)

Penulis: Nia Herlina