MHNEWS.id.- Teka-teki siapa yang pantas mengisi kursi atau jabatan Wakil Bupati Indramayu setelah Lucky Hakim menyatakan mundur kini mulai menjadi perbincangan terbuka masyarakat umum.
Saat ini nama dan figur atau yang mau mencalonkan diri menggantikan Lucky memang sudah bermunculan di media sosial. Diantaranya bahkan ada yang terang-terangan menyatakan kesiapan menyandang amanah Wakil Bupati itu.
Namun demikian, pengganti Lucky Hakim tentu tidak akan melenceng jauh dari kesapakan politik partai pengusung. Seperti diketahui, pasangan Nina Agustina-Lucky diusung tiga partai politik (parpol), yakni PDIP, Gerindra, dan Nasdem.
Secara etika dan kelaziman, maka yang berhak menggantikan Lucky Hakim adalah figure dari ketiga partai politik itu, atau khususnya Partai Gerindra dan Partai Nasdem mengingat PDIP sudah menduduki posisi bupati.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu, Kasan Basari membenarkan bahwa yang berhak untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Lucky Hakim itu figur dari PDIP, Gerindra, dan Nasdem. Sedangkan Perindo tak punya hak karena hanya sebagai partai pendukung.
Dijelaskan, katentuan tersebut semata-mata merupakan ranah etika politik karena tak ada dalam aturan resmi. Namun demikian dalam hal ini PDIP tak diperkenankan mengajukan kadernya karena sudah menduduki posisi bupati.
Karena dari koalisi tiga partai, PDIP sudah ada kader yang berposisi yaitu Nina Agustina sebagai Bupati Indramayu. Karena itu, kursi wabup menjadi jatahnya Gerindra dan Nasdem, sedangkan PDIP hanya mengikuti.
“Lalu siapa yang punya hak pertama, ya tentunya Gerindra. Lagi-lagi etika. Walaupun sama-sama pengusung, tapi Gerindra itu enam kursi. Jumlah kursi lebih banyak (daripada Nasdem yang 1 kursi),” ujar Basari kepada MHNEWS.id di kediamannya, Kamis (23/2/2023).
Lalu siapa kader Gerindra yang akan didorong untuk itu, Kasan mengatakan kewenangan itu ada di DPP Gerindra. Namun demikian, diakui Basari dirinya menyatakan kesiapan bila mendapatkan kepercayaan dari DPP.
Dengan posisi saat ini menjabat Ketua DPC Gerindra, anggota legislatif, dan aspek kedekatan dengan Bupati Nina Agustina memang Kasan Basari lebih patut mendapatkan kepercayaan dari DPP Partai Gerindra.
Dikatakan, dirinya memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan Bupati Nina Agustina tanpa batas ruang dan waktu. Komunikasi di antara keduanya memang sudah berlangsung sejak lama.
Bahkan Basari kerap menjembatani komunikasi antara Bupati dan DPRD Indramayu, sehingga dua lembaga tersebut, eksekutif dan legislatif itu menjadi harmonis.
Selain pertimbangan tersebut, Basari juga merupakan sosok yang memahami psikologi anggota DPRD. Dasarnya adalah rekam jejak Basari yang pernah 10 tahun menjadi anggota DPRD Indramayu serta ditambah saat ini sedang menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.
Jadi tidaklah berlebihan, bahkan seharusnya menjadi kepatutan, pengalaman itu bisa menjadi dasar bagi DPP Gerindra untuk mengusung Kasan Basari menggantikan Lucky menjadi pendamping Bupati Nina Agustina.
Kasan Basari sendiri mengklaim secara objektif dari aspek politik dan komunikasi (kedekatan) dirinya dengan Bupati Nina Agustina punya nilai lebih dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita bicara politik, bicara realitas, bukan atas nama selera-selera-an. Bicara realitas dan objektivitas, Kasan itu memang komunikasi dengan ibu Nina, jalan. Dengan dewan, bisa. Realitas, objektivitas,” ujarnya.
Namun demikian, Kasan menunggu dan menghormati tahapan-tahapan proses yang akan berjalan di DPRD, Bupati Indramayu, Gubernur, dan Kemendagri RI. Begitu juga komunikasi dengan parpol koalisi maupun DPP Gerindra.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




