Oleh Dasma Adiwijaya
Penulis adalah Ketua KTNA dan Budayawan Kabupaten Indramayu
PAGI-PAGI penulis keluar rumah dengan tujuan menyambangi kios pupuk. Penulis ingin mengulik suara pemilik kios soal penyaluran pupuk bersubsidi yang kini gaduh akibat pemberlakuan Kartu Tani (KT) secara ketat.
Mulai Januari 2023 pemerintah memang memfinalisasikan penggunaan KT sebagai satu-satunya dokumen untuk membeli pupuk bersubsidi. Artinya, mulai Januari 2023 ini pula penggunaan dokumen KTP dan KK yang sebelum masih ditolelir sudah distop sama sekali.
Tidak ada pilihan bagi para petani, kecuali mempergunana KT manakala akan membeli pupuk bersubsidi. Persoalan kemudian muncul, karena sebagian petani ternyata belum memiliki KT. Ada pula yang sudah memiliki namun hilang, rusak, sehingga tidak bisa digunakan lagi.
Terhadap permasalahan tersebut, lagi-lagi pemerintah tegas. Tidak bisa melayani pembelian pupuk bersubsidi tanpa KT. Dampaknya pun kemudian gaduh. Karena petani saat ini sangat membutuhkan pupuk untuk tanaman padinya yang memang sudah waktunya diberi pupuk.
Pertanyaannya, kenapa sampai ada petani yang belum memiliki KT? Mengingat aturan ini sudah sangat lama diberlakukan. Jawaban atas pertanyaan ini sangat banyak namun bermuara pada rendahnya kesadaran petani dan ketidakkeseriusan berbagai pihak terkait.
Kembali pada soal menyambangi kios pupuk, saat itu tanggal 26 Januari 2023, pukul 05:45 penulis sudah berada di salah satu kios pupuk tetangga kecamatan. Kemudian penulis berbincang tentang pengalaman penyaluran pupuk bersubsidi.
Sebagai pemilik kios yang tergolong senior dan cukup lama beroperasi, ternyata telah banyak mengetahui dan mengalami liku-liku penyaluran pupuk bersubsidi, termasuk kesulitan-kesulitannya.
Tetapi akunya, setelah KT diterbitkan dan mulai ada penertiban dalam pembagian serta penyaluran pupuk subsidi dari distributor, sekarang sudah baik dan tertib. Tidak ada kelebihan pupuk dan kurangan. Semua sudah sesuai dengan jatah yang tercatat di e-alokasi pupuk masing-masing kios.
Hal ini mencerminkan bahwa penebusan pupuk bersubsidi dengan KT adalah jalan terbaik sebagaimana diharapkan semua pihak. Tentu saja dengan terus dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan fasilitas pelayanannya.
Kegaduhan yang terjadi saat ini, manakala penggunaan KT menjadi suatu keharusan sebetulnya bukanlah masalah. Tetapi tantangan yang harus bisa terpecahkan dan dicapai kesempurnaannya dengan baik dan nyaman.
Tentu saja semua pihak dituntut untuk mau dan kompak menunaikan tugas dan kewajibannya masing-masing secara serius, saling menghargai, saling memahami, tetap sabar, dan tidak saling menyalahkan.
Kita semua berharap dan yakin tantangan ini bisa teratasi. Usulan penanganan kebutuhan pupuk bersubsidi yang telah mendesak dan darurat telah pula ditempuh oleh pihak-pihak terkait dan hal tersebut sedang dalam proses.
Dialog Interaktif Mencari Solusi atas Kegaduhan dan Sengkarut Pembelian Pupuk Bersubsidi
Soal gaduhnya pembelian pupuk bersubsidi menarik perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu, dan memang sudah seharusnya sangat memperhatikan. Karena itulah Pemkab mengadakan dialog interaktif untuk mencari solusi atas masalah tersebut.
Melalui dialog interaktif itu penulis bisa simpulkan, antara lain pandangan dan sikap Ir. Ahmad Budiarto, M.M. selaku Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan SDM sekaligus Plt. Kepala Dinas Kopdagin yang sebelumnya sempat menjabat Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Beliau memiliki pandangan yang luas dan cerdas dalam soal pertanian dan petaninya. Beliau memiliki empati untuk membela kepentingan petani dan menyampaikan keprihatinannya serta turut merasakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi petani.
Begitu pula penjelasan dan upaya keras Muhammad Iqbal, S.T. selaku Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian saat ini yang tidak mengenal lelah, terus berusaha agar prinsip enam tepat dalam pemupukan tanaman padi dapat dilakukan.
Beliau menjelaskan Pemeritah Daerah terus mengupayakan agar masalah penyaluran pupuk bersubsidi dapat secepatnya teratasi. Begitupun pihak-pihak terkait lainnya, semua berusaha dan melakukan hal yang serupa. Kita semua menunggu keputusan terbaik pemerintah pusat.
Oleh sebab itu, demi ketertiban dan kebaikan kita semua, maka kejadian ini hendaknya patut dijadikan pelajaran berharga bagi kita semua untuk terus belajar memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuan masing-masing.
Kata kuncinya adalah bersabar. Semoga kita semua berkeyakinan, bahwa masalah apapun pasti akan selesai dengan baik, syaratnya kita terus berusaha dan bersabar. “Dengan kerja keras, badai pasti berlalu,” begitu kata Pak Yudi dari Bank Mandiri.
Salam sehat tetap semangat. Salam KTNA Kabupaten Indramayu untuk semua. ***




