mhnews.id.- Ratusan rumah di tiga desa yakni Desa Eretan Kulon, Eretan Wetan, dan Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur terendam banjir akibat naiknya air laut atau rob dan meluapnya Sungai Ciprawan.
Ketinggian air diperkirakan mencapai 40 hingga 60 centi meter, selutut orang dewasa. Banjir rob di Eretan ini terjadi akibat naiknya air laut ditambah curah hujan yang cukup tinggi sejak beberapa hari lalu sehingga menyebabkan air Sungai Ciprawan meluap.
“Biasa rob lah. Air laut naik ditambah hujan deras sehingga air Sungai Ciprawan meluap, akibatnya banjir. Air masuk rumah, jalan pun terendam. Kejadian ini sudah sering. Udah satu tahun gini terus. Entah kapan ada penanganan,” keluh Eriah, warga Eretankulon kepada mhnews.id, Senin (31/10).
Rob air laut dan luapan air Sungai Ciprawan ini menyebabkan ratusan rumah di tiga desa tergenang, bahkan puluhan hektar tambak udang dan bandeng berubah jadi lautan. “Ini sudah langganan. Rumah dan empang udang serta bandeng juga hanyut. Ga tau tuh kerugianya,” lanjutnya.
Eriah dan warga di tiga desa ini mengaku hanya bisa pasrah dengan musibah yang datang hampir setiap tahun. Namun begitu Eriah berharap suatu saat ada upaya penanganan dari pemerintah daerah, sehingga musibah ini tidak terulang lagi.
“Saya berharap ada upaya dari pemerintah, supaya banjir rob ini airnya tidak sampe meluap ke permukiman. Mungkin dengan cara ditambak atau dibuat tanggul, atau apa saja yang penting Ketika rob airnya tidak masuk ke permukiman. Saya percaya pemerintah pasi bisa menangani,” harapnya.
Harapan yang sama disampaikan, soleh warga Eretan Kulon yang menginginkan ada solusi mengatasi rob tahunan. “Pengen hidup normal kaya tahun tahun sebelumnya gak ada banjir, cari rejeki bisa tenang,” kata Soleh.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




