MHNEWS.ID.- Tiga kecamatan di Kabupaten Indramayu menerima dampak paling buruk akibat debit air Sungai Cimanuk tembus ke level tiga, Sabtu (24/1/2026).
Ketiga wilayah yang dilanda bencana banjir yaitu, Kecamatan Kertasemaya, Jatibarang, dan Lohbener. Ketinggian air genangan di wilayah itu berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu, Dadang Oce Iskandar, mengatakan banjir terjadi akibat limpasan Sungai Cimanuk yang jebol.
Akibat jebolnya tanggul tersebut air pun meluap di sejumlah titik di tiga kecamatan tadi.
Dijelaskan Oce, saat kejadian, tercatat debit air mencapai 921,631 meter kubik per detik hingga membuat statusnya naik menjadi siaga.
“Selain itu, banjir juga dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Indramayu pada Sabtu dini hari,” ujar Oce, Minggu (25/1/2026) sebagaimana dikutip Kompas.com.
Dampaknya, tanggul Sungai Cimanuk jebol dan air meluap ke sejumlah wilayah pemukiman. Luapan air sungai merendam rumah warga dan fasilitas umum dengan ketinggian genangan berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter.
Pemukiman di Kecamatan Kertasemaya, tepatnya di Desa Tulungagung, Desa Kertasemaya, dan Desa Kliwed mengalami banjir lebih parah.
Sementara itu, di Kecamatan Jatibarang banjir melanda Desa Sukalila dan di Kecamatan Lohbener terjadi di Desa Rambatan Kulon.
“Total terdapat 604 rumah warga dan tujuh fasilitas umum yang terdampak, dengan jumlah warga terdampak mencapai 2.411 jiwa,” kata Oce.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 48 orang terpaksa mengungsi, terdiri dari 34 warga Desa Kertasemaya dan 14 warga Desa Sukalila.
Oce menambahkan, BPBD Indramayu telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari menerjunkan tim untuk melakukan asesmen di lapangan, menyiapkan logistik, hingga mendirikan tenda posko dan tenda pengungsian.
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Indramayu bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung mengerahkan empat unit alat berat excavator untuk memperbaiki tanggul sungai yang jebol.
“Kita imbau masyarakat untuk selalu waspada di musim penghujan ini,” pungkas Oce.
Penulis: Wawan Idris




