MHNEWS.id.- Bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo yang bertekad akan berusaha menaikan kembali elektabilitasnya setelah disalip bacapres Prabowo Subianto mulai menampakan hasil.

Hal ini terbukti dari survei Indikator Politik Indonesia. Dalam survei terbarunya elektabilitas Prabowo kini berada di 25,3 persen. Sedangkan Ganjar Pranowo elektabilitasnya berada di 25,2 persen.

Selisinya elektabilitas Prabowo dengan Gajar hanya 0,1 persen. Sangat tipis dan ketat. Sedangkan elektabilitas Anies Baswedan makin terperosok pada 12,5 persen.

Menurut survei Indikator, elektabilitas Prabowo memang mengalami peningkatan sejak Februari 2023. Survei periode tersebut memperlihatkan, tingkat keterpilihan Menteri Pertahanan itu sebesar 26,7 persen.

Lalu, meningkat menjadi 32,7 persen pada April 2023, naik menjadi 34,8 persen pada 5 Mei 2023, dan meningkat lagi menjadi 38,0 persen pada survei 30 Mei 2023.

Sementara, elektabilitas Ganjar cenderung fluktuatif. Pada survei Februari 2023, Gubernur Jawa Tengah itu mencatatkan elektabilitas 35,0 persen.

Lalu turun drastis pada survei April 2023 menjadi 27,9 persen. Pada survei 5 Mei 2023, elektabilitas Ganjar naik menjadi 34,4 persen, namun kembali turun pada survei 30 Mei 2023 menjadi 34,2 persen.

Di sisi lain, elektabilitas Anies berangsur-angsur turun. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mencatatkan elektabilitas 24,0 persen pada surveri Februari 2023.

Lantas turun menjadi 22,2 persen pada survei April 2023, kembali turun menjadi 21,8 persen pada survei 5 Mei 2023, dan turun lagi pada survei 30 Mei 2023 menjadi 18,9 persen.

Adapun survei ini digelar pada 26-30 Mei 2023 melibatkan 1.230 responden. Responden dipilih menggunakan metode random digit dialing (RDD) atau pembangkitan nomor telepon secara acak.

Para responden yang terpilih diwawancara melalui telepon. Dengan metode tersebut, margin of error survei diperkirakan sekitar 2,9 persen.

Penulis: Wawan Idris