MHNEWS.id.- Seperti pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lima tahun lalu, Jawa Barat, Banten, dan Sumatra Utara akan menjadi ‘neraka’ bagi calon presidsen yang diusung PDI Perjuangan.

Ini terbukti dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang baru dirilis di kanal YouTube-nya, Selasa (30/5/2023). Berdasarkan survei LSI ini, elektabilitas Ganjar Pranowo kalah telak dari capres Prabowo Subianto.

Di Jabar, Banten, dan Sumut, Ganjar yang diusung PDIP ini bahkan kalah oleh Anies Baswedan. Lengkapnya (Jabar) Prabowo Subianto: 29,0 persen, Anies Baswedan: 26,3 persen, dan Ganjar Pranowo 15,0 persen.

Sumatera Utara: Prabowo Subianto: 50,0 persen, Anies Baswedan: 32,6 persen, dan Ganjar Pranowo: 16,2 persen. Sedangankan di Banten: Prabowo Subianto: 48,2 persen, Anies Baswedan: 17,5 persen, dan Ganjar Pranowo: 4,3 persen.

Sebaliknya, di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, Ganjar Pranowo menang telak. Lengkapnya, Jawa Timur: Ganjar Pranowo: 35,3 persen, Prabowo Subianto 20,2 persen, dan Anies Baswedan 8,2 persen.

Sedangkan di Jawa Tengah: Ganjar Pranowo: 55,2 persen, Prabowo Subianto: 20,4 persen, dan Anies Baswedan: 4,3 persen.

Ini merupakan hasil survei LSI Denny JA mengenai elektabilitas tiga kandidat capres yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Banten.

Kelima provinsi tersebut merupakan wilayah terbesar yang jika digabungkan jumlah penduduknya mencapai 57,6 persen dari total populasi penduduk Indonesia.

“Jadi dari teritori yang ada, dari 5 provinsi terbesar yang kita amati, Prabowo menang di 3 provinsi, Pak Ganjar menang di 2 provinsi,” kata peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa dikutip dari kanal YouTube LSI Denny JA, Selasa (30/5/2023).

“Pak Prabowo unggul di Jawa Barat, Sumatera Utara, kemudian juga di Provinsi Banten. Kemudian Pak Ganjar unggul di Jawa Timur dan di Jawa Tengah,” tuturnya.

Sementara, menurut hasil survei, elektabilitas Anies tak satu pun unggul di lima wilayah tersebut. Angka elektoral mantan Gubernur DKI Jakarta itu memang cukup besar di Jawa Barat dan Sumatera Utara, namun, masih kalah dibandingkan dengan Prabowo.

Ardian mengatakan, Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan lumbung suara Ganjar. Namun, dua wilayah tersebut diyakini bakal menjadi arena pertempuran yang sengit buat Ganjar dan Prabowo berebut suara.

“Dua provinsi ini akan jadi pertarungan relawan Jokowi pro Prabowo dan relawan Jokowi pro Ganjar. Karena sama-sama kita saksikan dan kita baca sudah ada deklarasi-deklarsi relawan Jokowi yang dukung Prabowo dan relawan Jokowi yang dukung Pak Ganjar,” katanya.

Adapun survei ini digelar pada 3 hingga 14 Mei 2023 melibatkan 1.200 responden. Sampel survei diambil dengan metode multistage random sampling.

Sementara, metode survei dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Dengan metode ini, margin of error survei kurang lebih 2,9 persen.

Penulis: Wawan Idris