MHNEWS.id.- Masyarakat pemilih di Pulau Jawa mayoritas memberikan dukungan suara kepada bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo pada pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Berdasarkan survei Litbang Kompas, dukungan suara dari masyarakat Pulau Jawa untuk Ganjar sebanyak 39,6 persen dan paling tinggi dari Jawa Tengah, dengan persentase mencapai 62 persen.
Survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 27 Juli-7 Agustus 2023 menunjukkan, elektabilitas capres yang diusung PDI-P, Ganjar Pranowo itu unggul di Pulau Jawa dan beberapa daerah di luar Jawa.
“Wilayah Pulau Jawa cenderung masih dikuasai Ganjar dengan dukungan saat ini 39,6 persen suara pada skema tiga calon, sementara Prabowo 28,8 persen dan Anies 16,7 persen,” tulis Litbang Kompas, Senin (21/8/2023).
Gubernur Jawa Tengah itu juga tercatat unggul di Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan di Jawa Tengah sendiri elektabilitas Ganjar Pranowo sangat dominan dengan 62 persen.
Sementara itu, Prabowo menguasai Jawa Barat dan Banten, sedangkan Anies yang merupakan mantan gubernur DKI Jakarta unggul di ibu kota. Jika Ganjar menguasai Pulau Jawa, elektabilitas Prabowo cenderung unggul di luar Jawa.
“Untuk luar Jawa cenderung dikuasai Prabowo dengan persentase 34,7 persen, sementara Ganjar 27 persen dan Anies 22,3 persen. Suara Prabowo di luar Jawa cenderung naik dari sebelumnya 29,3 persen,” tulis Litbang Kompas.
Elektabilitas Prabowo mendapat posisi tertinggi di sejumlah provinsi, yakni Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Papua Selatan, dan Nusa Tenggara.
Sementara, Ganjar mendapat suara signifikan si provinsi Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Papua Barat Daya, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Tengah.
Adapun Anies memiliki basis suara yang kuat di Aceh, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Pegunungan.
Survei ini dilakukan dengan tatap muka pada 27 Juli-7 Agustus 2023, melibatkan 1.364 responden di 38 provinsi yang tersebar di 331 desa/kelurahan di Indonesia, dengan margin of error +/- 2,65 persen.
Penulis: Wawan Idris




