MHNEWS.id.- DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Indramayu terus membangun komunikasi politik dengan sejumlah partai politik terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 27 November 2024.

Pada Sabtu (13/8/2024) kemarin, Golkar menerima Ketua DPC PDIP Indramayu, Sirojudin beserta jajarannya. Kedatangan pengurus PDIP ke rumah ‘kuning’ itu tidak lain untuk kepentingan politik, Pilkada 2024.

Rombongan PDIP ini disambut hangat Ketua DPD Partai Golkar, Syaefudin beserta jajarannya. Dalam kunjungan politik tersebut kedua pemimipin partai melakukan pembicaraan cukup penting dan serius terkait kontestasi politik.

Golkar yang menjadi  pemenang pemilihan legislatif pada Pemilu serentak yang lalu sebenarnya berhak mencalonkan pasangan calon bupati-calon wakil bupati sendiri, demikian juga dengan PDIP.

Namun kedua partai besar itu tetap menganggap silaturahmi politik untuk kepentingan Pilkada 2024 sangat penting dan strategis. Jika kedua partai ini berkoalisi maka akan menghasilkan pemerintahan yang kuat dan stabil.

Pada pemilihan legislatif (Pemilu serentak 2024) kemarin Golkar menjadi partai politik dengan suara terbanyak. Partai Golkar menempatkan 14 kadernya di DPRD Indramayu. Peroleh suara ini lebih sedikit daripada sebelumnya yang mencapai 22 kursi.

Sedangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berhasil menjadi partai nomor dua terbanyak yang menempatkan kadernya di DPRD dengan 12 kursi. Jumlah kursi PDIP  ini meningkat dari hasil pemilu sebelumnya.

Jika kedua partai ini berkoalisi maka jumlah kursi di DPRD menjadi 26 atau 50 persen plus 1. Dengan komposisi prosentase anggota DPRD sepereti ini maka akan memudahkan pemerintah mengambil keputusan-keputusan strategis.

Berkenaan dengan Pilkada 2024, PDIP telah final mengusung Nina Agustina sebagai bakal calon bupati Indramayu. Surat tugas untuk Nina Agustina dari DPP PDIP telah ada dalam genggaman Bupati Indramayu itu.

Dengan demikian, konteks DPC PDIP yang dibawa Sirojudin kepada DPD Golkar Indramayu adalah mencari figur untuk menjadi pendamping Nina Agustina dengan posisi sebagai bakal calon wakil bupati.

Ketua DPD Partai Golkar, Syaefudin sendiri mengaku tidak akan menampik jika pihaknya berada di posisi kedua ketika berkoalisi dengan PDIP. Namun untuk finalisasinya Syaefudin masih menunggu keputusan DPP Golkar.

PDIP menilai di tubuh Golkar banyak kader yang mumpuni dan secara elektoral dapat menambah ‘amunisi’ suara untuk kemenangan pemilihan bupati tersebut.

Partai berlambang pohon beringin ini memiliki kader seperti Daniel Mutaqien Syafiuddin (DMS), Syaefudin, Muhaemin, Hilal, Bambang Hermanto, dan Haryono.

Namun dari sederet nama itu yang paling potensial adalah Daniel Mutaqien Syafiuddin. Ia terbukti terpilih sebagai Anggota DPR-RI. DMS juga memiliki pemilih yang sangat loyal dan bahkan fanatik.

Jika DMS yang mendapat restu DPP Partai Golkar maka pasangan Nina Agustina-Daniel Mutaqien akan dengan mudah memenangkan pemilihan bupati dan wakil bupati Indramayu 27 November 2024 mendatang.

Penulis: Wawan Idris