mhnews.id.- Kesal, karena jalan di lintasan Tegalurung-Balongan rusak parah dan tidak segera diperbaiki sehingga sering terjadi kecelakaan yang memakan korban jiwa, ratusan warga setempat pun ramai-ramai memblokir jalan tersebut, Kamis (20/10).
Hampir satu jam akses jalan ditutup akibatnya kendaraan pribadi maupun mobil tangki minyak tidak bisa melintas. Warga menutup jalan dengan kursi dan peralatan seadanya serta pagar hidup puluhan emak-emak yang berjejer di jalan itu.
Kekesalan warga Tegalurung sudah tidak bisa dibendung lagi lantaran jalur jalan sepanjang kurang lebih dua kilo meter itu rusak berat. Hampir di sepanjang jalan itu berlubang besar dan dalam bahkan jika hujan lubang itu mirip kubangan air kolam.
Pengendara yang melintas di jalur ini, jika tidak hati-hati seringkali terjatuh. Mirisnya lagi menurut warga sekitar, hampir tiga hari sekali jalur jalan Tegalurung menelan korban jiwa, termasuk kemarin, Rabu (19/10) seorang wanita muda meninggal terlindas truk tangki.
Al Alim (40), waga Tegalurung, mengatakan aksi ujuk rasa ini sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Daerah Indramayu dan Pertamina. Kedua pihak berwenang itu dianggap tidak perduli terhadap keselamatan warga dengan membiarkan jalan rusak hingga menelan korban jiwa.
“Mau berapa banyak lagi orang yang kecelakaan di jalur ini mati, atau luka parah karena jatuh dari motor menghindari lubang jalan. Bagaimana jika yang kecelakaan itu menimpa sodara-sodara kita, apakah kita masih akan menunggu korban berikutnya,” protes Al Alim.
Hal senada diungkapkan Ida Rosidah (50). Ia mengaku prihatin, setiap hari ada saja kecelakaan lalu lintas di jalur itu. Ida mempertanyakan peran Pemda dalam mengatasi kerusakan jalan tersebut. Sebetulnya warga pun melalui camat sudah mengajukan perbaikan jalan namun tidak direalisasi.
Hingga akhirnya mereka melakukan aksi unjuk rasa dan menutup akses jalur jalan Tegalurung-Balongan. Warga pun berkeras akan tetap menutup jalan sampai ada kejelasan dan kepastian dari Pemda untuk memperbaiki jalan tersebut.
“Kami akan tutup akses jalur ini sampai ada kejelasan dari Pemerintah Daerah kapan jalan akan di perbaiki, bukan hanya ditambal tetapi dibeton, supaya kuat,” tegas Ida. Dia menyesalkan sikap Bupati Nina Agustina yang tidak perduli dengan keselamatan warga.
Menghadapi tuntutan warga, Camat Balongan, Opik Hidayat didampingi utusan dari PUPR, berjanji akan melakukan komunikasi dengan pihak pertamina. “Kami akan lakukan komunikasi dengan pihak Pertamina supaya segalanya bisa berjalan baik,” kata Opik.
Sementara ini untuk mengurangi resiko kecelakaan di jalur itu, akan dilakukan perbaikan jalan berupa penambalan lubangnya terlebih dahulu sambil menunggu rencana betonisasi tahun 2023. “Kita akan upayakan perbaikan dulu dengan menambal jalan yang berlubangnya,” ujar Opik.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




