MHNEWS.ID.- Ketua kelompok tani Pinah Indah Desa Larangan, Kecamatan Lohbener, Rosadi mengaku resah karena banyak tikus yang menyerang tanam padi.
Serangan hama tikus itu kembali merusak tanaman padi sejak empat tahun lalu tepatnya mulai tahun 2021.
Dampak serangan tikus itu produksi padi para petani di Kecamatan Lohbener sejak empat tahun lalu selalu menurun. Hal ini tentu saja menimbulkan kerugian bagi petani.
“Ya ada sekitar 4 tahun mah. Semenjak tanggul diperbaiki aja,” ungkap Rosadi kepada sejumlah media, Jumat (8/8/2025).
Sejak saat itu, Rosadi dan para anggota kelompok tani lainnya merasa dirugikan. Pasalnya, hasil produksi padi dirasakan petani cukup merosot dari biasanya.
Rosadi menyebut biasanya produksi padi bisa mencapai 1 ton untuk lahan seluas 100 bata (14 meter persegi setara 1 bata di satuan luas lokal). Namun akibat serangan itu, produksinya pun merosot.
“Ngurangi. Biasanya misal dari 100 bata itu bisa 10 kuintal, sekarang itu cuma 8 sampai 9 kuintal aja,” katanya.
Dijelaskan Rosadi, serangan hama tikus berlangsung sejak tanam benih, saat batang padi mulai bunting, sampai dengan saat padi sudah berbuah.
Ketika serangan berlangsung saat baru tanam benih, tak jarang petani harus melakukan tanam ulang. Ini dilakukan karena benih yang mulai tumbuh itu habis dimakan tikus.
Penulis: Wawan Idris



