mhnews.id.- Pemilu 2024 tantangannya cukup berat karena dilaksanakan secara serentak dengan sistim proporsional terbuka sehingga sangat berbeda dengan pelaksanaan Pemilu tahun 2020.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu, Ahmad Toni Fatoni mengatakan hal itu saat melantik 155 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Indramayu di gedung PGRI, Rabu (4/1/2023).
“PPK sebagai panitia pemilu di tingkat kecamatan sangat diharapkan bisa menjadi ujung tombak terselenggaranya Pemilu yang sukses,” kata Toni Fatoni.
Salah satu kunci sukses, bisa diraih jika PPK solid bekerja sesuai dengan regulasi dan menjalin komunikasi intens dengan semua unsur di tingkat kecamatan. “Membangun komunikasi dengan parpol, tokoh masyarakat, dan unsur pimpinan daerah di tingkat kecamatan itu penting,” tegasnya.
PPK wajib memahami dan mempelajari setiap regulasi, aturan perundangan Pemilu yang ada karena itu menjadi tolak ukur dalam memecahkan setiap persoalan yang muncul. “Pelajari dan pahami regulasi karena ini tolak ukur memecahkan setiap masalah yang muncul nanti,” katanya.
Sementara, anggota KPU Jawa Barat, Dr. H. Endun Abdul Haq, M.Pd. mengingatkan saat ini tidak ada lagi waktu untuk berleha-leha. Setelah pelantikan diminta segera membentuk susunan pengurus dan menjalin komunikasi dengan semua elemen di tingkat kecamatan.
Sementara Anggota KPURI, Dr. Idam Kholiq menjelaskan penyelenggaraan Pemilu 2024 menggambarkan perspektif yang berbeda. KPU dihadapkan pada tantangan menyelenggarakan Pemilu dengan lebih baik dan tingkat partisipasi masyarakat lebih besar melebihi Pemilu lalu.
“Target kita lebih dari Pemilu lalu, 82 persen. Kita optimis target itu bisa tercapai pada hari pemungutan suara,” ungkap Idam.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




