mhnews.id.- Gotong royong yang merupakan tabiat asli masyarakat Indonesia dalam segala aspek berkehidupan di lingkungannya, termasuk perannya di bidang pembangunan bangsa dan negara. Sifat atau karakter ini harus terus ditumbuhkembangkan dalam semua level tatanan masyarakat.

Dra. Tati Rachmawati, M.Pd.
Untuk hal itulah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu mensosialisasikan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) kepada kader pemberdayaan masyarakat dan desa bertempat di aula Universitas Wiralodra Indramayu, Kamis (10/11).
Pelaksana Tugas Kepala DPMD Kabupaten Indramayu, Jajang Sudrajat melalui Sekretarisnya, Tati Rachmawati menjelaskan bahwa kegiatan itu bertujuan memberikan pemahaman kepada kader pemberdayaan masyarakat dan desa tentang pentingnya gotong royong.
“Gotong royong merupakan tabiat asli masyarakat Indonesia. Perlu terus ditumbuhkan agar berperan aktif dalam pembangunan. Kemudian mereka mensosialisasikannya kepada masyarakat dan lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya yang ada di desa,” paparnya.
Ia mengatakan alasan pentingnya gotong royong merupakan keniscayaan karena manusia merupakan makhluk sosial yang tak dapat bekerja sendirian melainkan bersama-sama dengan yang lain. Dalam hal ini, kata dia, gotong royong akan difokuskan dalam pengolahan sampah.
“Selama ini kan (masalah sampah) menjadi momok yang sangat memprihatinkan, di desa-desa itu belum optimal mengelola sampah. Oleh sebab itu, hari ini DPMD memberikan pemahaman edukasi kepada salah satu kader yang ada di desa yaitu kader pemberdayaan masyarakat dan desa agar memahami bagaimana mengolah sampah,” terangnya.
Diharapkan, setelah kegiatan ini sampah-sampah yang ada di desa dapat dikelola agar menjadi bermanfaat. Menurutnya, tak semua yang namanya sampah berakhir tak terpakai, tapi sampah juga dapat didaur ulang atau masih dapat menghasilkan manfaat baru.
“Tujuannya sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sampahnya bersih, lingkungan sehat, asri, dan masyarakatnya bisa dapat duit,” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini kader pemberdayaan masyarakat dan desa mampu memberikan pemahaman dan bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang ada di desa tentang gotong royong tersebut.
“Hal ini sangat baik, karenannya pemerintah desa harus mensuport dengan menganggarkan dana desa untuk pengolahan sampah. Dengan demikian tujuan pemerintah yang sehat dan bersih sampai ke desa-desanya bisa terwujud. Lokus pembangunan kan ada di desa,” tegasnya.
Direncanakan, sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut setiap desa melakukan BBGRM satu bulan penuh pada Mei 2023 mendatang. Kemudian akan ada pencanangan BBGRM di salah satu desa yang dipilih untuk kegiatan BBGRM tingkat Kabupaten Indramayu pada akhir Mei 2023.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




