MHNEWS.id.- Terjadinya lonjakan harga beras selama kurun sebulan terakhir ini sebagai dampak daru terjadinya kekeringan membuat daya beli masyarakat kurang mampu menjadi sangat lemah.
Di pasar, kini beras yang menjadi bahan makanan pokok masyarakat Indonesia itu sangat mahal. Akibatnya, masyarakat kurang mampu tidak sanggup lagi membeli.
Menyadari hal ini Presiden Joko Widodo kembali menyalurkan bansos beras kepada masyarakat kurang mampu atau keluarga penerima manfaat (KPM). Presiden Joko Widodo bahkan menginstruksikan agar dilakukan operasi pasar jor-joran.
Mengenai hal ini, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pembagian beras ini adalah upaya pemerintah untuk menekan dan menstabilkan harga beras di pasaran.
“Untuk stabilkan harga,” tegas Zulhas saat ditemui di Jakarta (12/9/2023). Tak hanya itu, Zulhas juga menerangkan bahwa untuk menekan harga beras Presiden Joko Widodo juga menginstruksikan untuk membanjiri pasar.
“Juga nanti (didistribusikan) kepada pengecer. Nantinya akan dijual Bulog itu kurang lebih Rp 11.000,00 per kilo. Kalau Rp 11.000,00 harganya bisa dijual (pengecer) Rp 12 ribu sehingga harga turun banyak. Berapapun diminta akan didistribusikan,” lanjut Zulhas.
Upaya lainnya adalah pembagian beras yang akan dilakukan hingga 3 bulan ke depan hingga November. “Mulai kemarin dan seterusnya. Ini tugas pemerintah menjaga agar harga kebutuhan bapok di pasar seimbang,” imbuh Zulhas.
Selain itu, Zulhas juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir soal ketersediaan beras. Sebab pasokan beras dipastikan tercukupi.
Penulis: Wawan Idris




