MHNEWS.ID.- Ketua Tim Kajian dan Pemugaran Situs Gunung Padang, Ali Akbar mengkapkan, pihaknya menemukan petroglif di sejumlah batu yang tersebar di semua teras.

Petroglif adalah gambar atau simbol yang digores, diukir, dan dipahat di atas permukaan batu yang biasa dilakukan masyarakat prasejarah.

Menurut Ali, fakta ini mengindikasikan bahwa struktur batuan pada Situs megalitikum Gunung Padang, Cianjur yang ada tidak hanya disusun rapi, namun ditata mengikuti pola tertentu.

Melansir Kompas.com, salah satu ciri atau bukti petroglif dalah coak dan goresan pada batuan Situs megalitikum Gunung Padang.

“Awalnya kami mengira hal itu terbentuk secara alami. Namun, setelah diteliti lebih dalam ternyata berpola, sehingga ini dipastikan sebagai buatan manusia,” ujar Ali, Minggu (21/12/2025).

Ali mencontohkan, banyak ditemukan goresan yang menyerupai angka enam di atas permukaan batu, termasuk goresan berbentuk geometris, belah ketupat atau wajik.

Meski demikian, tim peneliti belum dapat menerjemahkan makna di balik simbol-simbol tersebut, sehingga membutuhkan pakar dan ahli khusus.

“Kami sedang meneliti simbol ini. Bisa saja itu sebagai penanda atau nomor urut antara batu satu dengan batu lainnya. Karenanya, kami akan melibatkan pakar huruf, ahli alfabel dan simbol untuk menafsirkan makna di balik gambar-gambar tersebut,” kata dia.

Selain itu, menurut Ali, diperlukan kajian pembanding dengan situs atau cagar budaya di tempat lain untuk mencari petunjuk hingga potensi kesamaan dari simbol dan coak tersebut.

“Petroglif menjadi salah satu temuan penting dalam kajian dan pemugaran tahun ini,” ujar Ali.

Penulis: Wawan Idris