MHNEWS.id.- Terjadi kebocoran pada bottom manhole tangki 42-T-404G berisi Propylene dan berujung kebakaran di PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan.
Sambaran petir terhadap material yang bocor menjadi penyebab kebakaran dan ledakan di Kilang Balongan tersebut, Selasa (10/10/2023).
Akibat dari ledakan terdapat lima korban luka, diantaranya 2 pekerja Maintenance Area IV, 1 pekerja Oil Movement dan 2 orang Fire Brigade mengalami luka-luka dan luka bakar.

Sementara Uap hidrokarbon yang bersumber dari gas Propylene ternyata menyebar ke area pemukiman penduduk di sekitar Blok Wisma Jati dan Kesambi.
Uang ini membuat 20 orang mengalami keluhan kesehatan seperti mual, pusing, sesak nafas, sakit kepala, lemas, hingga pingsan dan dengan cepat mendapat pertolongan pertama oleh tim medis Health RU VI.
Namun demikian, sebagian warga semakin tidak terkendali dan berujung pada tindakan anarkis. Proses pengendalian massa pun dilakukan dengan bantuan dari Personil Polres Indramayu bersama anggota dari Kodim Indramayu.
Akibat kebakaran di area tangki 42-T-404G, tim pemadam dari Fungsi HSSE RU VI dibantu Tim Bantuan Keadaan Darurat (TBKD) kemudian diturunkan untuk melakukan aksi pemadaman menggunakan mobil pemadam dan alat pemadam lainnya.
Setelah upaya maksimal penanggulangan kebakaran dilakukan, api kemudian berhasil dipadamkan tanpa adanya korban jiwa.
Peristiwa tersebut merupakan simulasi Major Emergency Drill Level II sebagai upaya peningkatan kesigapan tim penanganan keadaan darurat di Kilang Pertamina Balongan.
Emergency Drill ini bertujuan melatih personil setiap fungsi terhadap tugas dan tanggungjawab dalam menanggulangi keadaan darurat di RU VI sesuai Standard Operasional Prosedur, sekaligus melatih kesigapan tim pemadam dan TBKD.
Emergency Response Commander (ERC) yang juga merupakan General Manager PT KPI RU VI Balongan, Sugeng Firmanto menyampaikan, simulasi tersebut untuk melatih dan meningkatkan skill seluruh tim.
“Kami berharap simulasi ini hanya sebatas melatih dan meningkatkan skill seluruh tim saja, kita berharap insiden serupa yang pernah terjadi di RU VI tak terulang lagi,” ungkap Sugeng.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation and CSR PT Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan, Mohamad Zulkifli mengungkapkan, Major Emergency Drill ini juga menjadi bagian edukasi kepada masyarakat dan stakeholder sekitar.
Yaitu edukasi tentang pengenalan bunyi sirine sebagai tanda keadaan darurat kilang yang perangkat sirinenya sudah dipasang di pemukiman warga serta menjadi salah satu upaya sosialisasi atau pelatihan proses evakuasi warga.
“Dalam simulasi ini kami juga melibatkan masyarakat langsung, dengan harapan mereka bisa memahami tanda bahaya melalui sirine, kemana jalur evakuasinya, dan dimana titik kumpul amannya,” terang Zulkifli.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




