mhnews.id.- Distribusi atau pasokan gas LPG (elpiji) dari Pertamina Integrated Terminal Balongan ke berbagai wilayah, khusususnya Jakarta Raya kembali lancar setelah warga Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Indramayu membuka blokade jalan.
Dibukanya blokade jalan tersebut setelah terjadi kesepakatan antara warga dengan pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu (Dinas PUPR) dan Pertamina Integrated Terminal Balongan (PITB). Ada dua kesepakatan yang tertuang dalam surat bermaterai Rp 10.000,00 itu.
Pertama, pihak Pertamina Integrated Terminal Balongan (PITB) akan melakukan peningkatan jalan dengan jenis beton bertulang kwalitas K-350, ketebalan 27 centi meter, lebar 6 meter selambat-lambatnya dimulai 31 Maret 2023.
Kedua, sebelum pelaksanaan peningkatan jalan, pemeliharaan jalan akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Indramayu. Perbaikan dalam bentuk penambalan jalan yang berlubang itu dilakukan agar tidak lagi terjadi kecelakaan lalu-lintas.
Surat kesepakatan ini ditandatangani perwakilan PITB, Ratno dan perwakilan PUPR Rizal N.. Sedangkan perwakilan masyarakat yang tanda tangan Deden S. Hadi dan Al Alim. Kapolres Indramayu AKBP M. Luman S., Dandim 0616 Andang R., dan Assda I Jajang S., menjadi saksi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ratusan warga Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Indramayu memblokade jalan utama distribusi LPG dari PTIB ke beberapa wilayah, terutama Jakarta Raya. Akibat pemblokiran ini belasan tangka LPG tidak bisa keluar masuk mengisi LPG.
Tangki-tangki itu terpaksa terparkir sebagian di depan SPBU Tegalurung dan ada juga yang menunggu di pertigaan depan PT Polytama Propindo. Pemblokiran jalan ini terjadi sejak siang sampai sekitar pukul 18.00 WIB. Pemblokiran dibuka setekah terjadi kesepakatan.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat yang membawahi PITB, Eko Kristiawan sejauh ini belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi ke nomor kontaknya, Eko Kristiawan tidak mengangkat telpon.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




