mhnews.id.- Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan kembali terbakar akibat terjadi kebocoran pada annular tangki 42-T-301 A/B/C/D dan tersambar petir. Saat kejadian cuaca di sekitar Kilang Balongan sedang hujan deras disertai petir.
Uap hidrokarbon yang bersumber dari tumpahan minyak yang menyebar ke area pemukiman penduduk di sekitar Blok Wisma Jati membuat beberapa warga mengalami keluhan kesehatan. Atas insiden ini warga lain pun melakukan aksi protes. Beruntung TNI dan Polri sigap melakukan pengawalan dan evakuasi.
Akibat kejadian ini, 5 orang pingsan akibat terpapar bau menyengat, panas api, serta patah tulang lengan pada saat proses penanggulangan. Mereka yaitu 3 pekerja Pertamina, 1 pekerja outsourcing, dan 1 warga. Tiga diantaranya dibawa ke RS Pertamina Balongan untuk mendapat perawatan.
Untuk memadamkan kebakaran di area tangki, tim pemadam dari fungsi HSSE RU VI dibantu Tim Bantuan Keadaan Darurat (TBKD) diturunkan. Tim pun melakukan aksi pemadaman menggunakan 2 terminator dan alat pemadam lainnya yang difungsikan untuk menyemprotkan foam ke titik api.
Setelah upaya maksimal penanggulangan kebakaran dilakukan, api kemudian berhasil dipadamkan, namun foam tetap disemprotkan pada area tangki sebagai langkah cooling atau pendinginan agar api tidak kembali muncul.
Seluruh peristiwa ini terjadi saat PT Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan menggelar simulasi Major Emergency Drill Level II sebagai upaya peningkatan kesigapan tim penanganan keadaan darurat di Kilang Balongan, Selasa (25/10).
Insident Commander Emergency Drill yang juga merupakan Manager HSSE RU Vl dr. Nur M. Marheliansyah menyampaikan, Emergency Drill ini bertujuan melatih personil setiap fungsi terhadap tugas dan tanggungjawab dalam menanggulangi keadaan darurat di RU VI sesuai Standard Operasional Prosedur, sekaligus melatih kesigapan tim pemadam dan TBKD.
“Kami berharap simulasi ini hanya sebatas melatih dan meningkatkan skill para tim saja, kita berharap insiden yang pernah terjadi di RU VI tak terulang lagi,” harap dr. Nur.
Area Manager Communication, Relation and CSR PT Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan Imam Rismanto mengungkapkan, Major Emergency Drill juga menjadi bagian edukasi kepada masyarakat dan stakeholder sekitar tentang tanda bunyi bahaya dari sirene yang dipasang di pemukiman warga.
“Hari ini telah kita simulasikan sirine tanda bahaya di kilang dan di area pemukiman penduduk, area tempat berkumpul warga termasuk jalur evakuasi yang ditentukan, alhamdulillah semua berjalan lancar,” ungkap Imam.
Imam menambahkan, sirene ini nantikan akan dibunyikan tiga bulan sekali setiap hari Jumat sebagai sarana pengetesan peralatan agar diketahui bahwa kondisi fungsinya berjalan baik.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




